Kenalkan Lamut yang Hampir Punah, 135 Penari Hipnotis Ribuan Pasang Mata

0 200

KESENIAN khas Banjar yang sudah hampir punah yakni Balamut disajikan para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, Sabtu (1/2/2020) malam.

SEBANYAK 135 penari yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA hingga mahasiswa STKIP PGRI sendiri ikut dilibatkan dalam pementasan yang mengusung konsep berupa sendratari kolosal yang berjudul Maurak Maandung Lamut Bujang Maluala.

Dengan pukulan gendang dari seniman senior Gusti Jamhar Akbar melalui tampilan gambar latar belakang, pertunjukkan yang menceritakan sebuah tragedi Kerajaan Banua Palinggan ini sukses menghipnotis ribuan pasang mata. Mereka pun turut terbawa dalam suasana cerita.

BACA : Bahasa Banjar Zaman Dulu dan Rumah Lanting Diusulkan ke Kemendikbud

Maurak Maandung Lamut Bujang Maluala ini menceritakan tentang kisah kelahiran karakter Bujang Maluala yang diwarnai dengan haru dan penuh intrik. Ditambah iringan musik menegangkan membuat penonton yang hadir semakin tersentuh.

Kepala Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin Suwarjia yang sekaligus menjadi sutradara pergelaran ini menerangkan, tujuan pertunjukkan ini untuk mengenalkan kisah Lamut yang sudah hampir punah.

“Tujuan kami adalah untuk mengenalkan kisah Lamut pada generasi sekarang,” ucapnya kepada awak media.

BACA JUGA : Gusti Jamhar Akbar: Lamut Ibarat Anak Tiri di Tanah Banjar

Selain itu, Suwarjia mengungkapkan, anak didiknya diminta untuk berguru langsung kepada Gusti Jamhar Akbar selama kurang lebih empat bulan agar lebih memahami isi dari kisah tersebut.

Alhasil, penampilan selama satu jam tujuh menit ini membuat seluruh pasang mata yang hadir bertepuk tangan diakhir pertunjukkan.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.