ACT

Tanpa Koalisi, H Muhidin Pastikan PAN Tetap Usung Hj Karmila-Fajar Desira

0 2.013

BERMODAL 9 kursi di DPRD Kota Banjarmasin dan satu-satunya parpol yang mandiri sebagai pengusung, Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan H Muhidin memastikan tetap mengusung putrinya, Hj Karmila berduet dengan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira di Pilwali Banjarmasin 2020 mendatang.

SAAT ini, Hj Karmila merupakan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan dan merupakah peraih suara terbanyak dari PAN di Pemilu 2019 pada dapil Banjarmasin dengan 42.114 suara.

“Saya tak ingin pasangan calon itu keduanya berasal dari partai politik. Saya ingin putri saya, Hj Karmila didampingi seorang birokrat berpengalaman dan cerdas seperti Nurul Fajar Desira. Makanya, PAN tanpa koalisi pun akan tetap mengusung Hj Karmila-Fajar Desira,” tegas H Muhidin saat dikontak jejakrekam.com, Minggu (5/1/2020).

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat H Muhidin menolak koalisi yang menyandingkan dua figur berasal dari kalangan politisi. Menurut Muhidin, belajar dari pengalaman yang ada di Balai Kota Banjarmasin, justru duet politisi-birokrat jauh lebih harmonis, dibandingkan berlatar belakang kalangan partai politik.

BACA : Jadi Calon Walikota atau Wakil Walikota, Fajar Desira Nyatakan Siap Sedia

“Jika Hj Karmila takdirnya menjadi walikota, didamping Fajar Desira, tentu roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik. Paket lainnya tentu posisi sekretaris daerah (sekda) harus mendukung kepala daerah dan wakil kepala daerah,” kata mantan Walikota Banjarmasin ini.

Inilah menjadi alasan H Muhidin mengapa PAN tidak membuka penjaringan bakal calon walikota-wakil walikota, karena sudah punya kader yang akan diusung. Menurut Muhidin, jika membuka pendaftaran bakal calon, justru tidak efektif karena PAN sudah punya jago sendiri.

“Saya inginnya, walikota dan wakil walikota itu sejalan, karena mereka itu adalah orangtuanya masyarakat. Kalau mereka gaduh, bagaimana rakyatnya?” sindir Muhidin.

BACA JUGA : Ada Koalisi Madinah? Paman Birin-Muhidin dan H Yuni-Fajar Dikabarkan Berduet

Ia pun belajar dari pengalamannya sebagai Walikota Banjarmasin periode 2010-2015, selaras dengan pendampingnya, Irwan Anshari dan ditopang seorang sekda kota.

“Harapan saya seperti itu, kalau nantinya kedua pemimpin kota itu bisa bekerjasama, tentu para kepala dinas dan pegawai di bawahnya bisa bekerja dengan tenang,” ucap Muhidin.

Senada itu, Wakil Ketua DPW PAN Kalsel Rakhmat Nopliardy menegaskan masukan dari masyarakat, kader partai dan anggota dewan tentu akan didengar partai. Hanya saja, Rakhmat menegaskan PAN sendiri bukan jumawa, bisa mengusung bakal calon dengan 9 kursi di DPRD Banjarmasin.

 “Saya yakin Pak H Muhidin sudah punya hitung-hitungan. Karena beliau itu jago kalau urusan itu. Terbukti, saat Pemilu 2019, PAN melakukan gerakan slow dan biasa-biasa saja. Namun, faktanya bisa menjadi pemenang Pemilu 2019 di Banjarmasin,” ucap mantan Sekretaris DPW PAN Kalsel ini.

BACA LAGI : Muhidin Ingin Duetkan Putrinya Hj Karmila dengan Fajar Desira

Dosen Fakultas Hukum Uniska MAB ini mengatakan dengan raihan dua kursi di DPRD Kalsel dari dapil Banjarmasin, membuktikan jika posisi PAN sangat berpengaruh di peta perpolitikan ibukota Kalsel.

“Tentu, peluang untuk mendorong kader perempuan PAN maju sebagai calon walikota, sangat besar. Ini menjadi sejarah adanya bakal calon perempuan pertama sepanjang sejarah politik lokal Banjarmasin,” tegas Rakhmat.

Jika nantinya PAN berhasil mengantarkan duet Hj Karmila-Fajar Desira sebagai pemenang Pilwali Banjarmasin 2020, Rakhmat menyatakan hal itu sebagai sebuah prestasi sekaligus prestise sendiri bagi partainya.

“Ini akan menjadi catatan sejarah bagi PAN, bukan hanya di Kota Banjarmasin dan Kalsel, bahkan mungkin di Indonesia. Dengan peluang yang ada, tentu PAN akan memanfaatkannya demi kemajuan kader perempuan partai sebagai calon pemimpin kota,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.