Didesak Tunda Pembangunan PJT, Direktur RSUD Ulin Tetap Bergeming

0 264

DESAKAN anggota Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi Kalimantan Selatan, Anang Rosadi Adenansi agar pembangunan Pusat Jantung Terpadu (PJT) di RSUD Ulin Banjarmasin, ditunda langsung mengundang reaksi balik.

DIREKTUR RSUD Ulin Banjarmasin dr Hj Suciati tetap bergeming melanjutkan pembangunan fasilitas baru di rumah sakit terbesar di Kalsel yang menelan dana ratusan miliar itu.

“Pembangunan PJT di RSUD Ulin Banjarmasin tak bisa ditunda lagi. Kebutuhan pusat jantung terpadu di Kalsel sangat mendesak. Apalagi, daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) sudah keluar dan harus melalui proses yang panjang,” kata Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati kepada jejakrekam.com, Kamis (2/2/2019).

BACA : Kematian Karena Stroke dan Jantung Tertinggi Di Kalsel

Menurut dia, masalah sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola PJT di RSUD Ulin sudah siap, termasuk penggodokan DIPA untuk fasilitas baru melengkapi fasilitas yang ada di rumah sakit tipe A itu sudah dibahas Bappeda Provinsi Kalsel, Tim Terpadu serta Tim Panggar DPRD Kalsel.

“Keberadaan PJT di RSUD Ulin Banjarmasin ini sangat vital, karena penyakit jantung di Kalsel sudah mengkhawatirkan karena mendominasi sepanjang tahun 2019,” kata mantan Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura ini.

Menurut dia, dengan adanya PJT itu bisa mengantisipasi membludaknya pasien yang ingin berobat ke RSUD Ulin Banjarmasin. Suciati menyebut banyak pasien harus antre untuk mendapat penanganan medis.

“Untuk mengurai antrean panjang pasien, tentu RSUD Ulin butuh fasilitas baru yang lebih memadai. Dengan dibangunan PJT, maka penanganan pasien penyakit jantung lebih intensif,” ujar Suciati.

BACA JUGA : Dua Pejabat Meninggal Kena Serangan Jantung, Ini Penyebab dan Pencegahannya!

Berbeda dengan Suciati, justru Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi setuju dengan usulan penundaan pembangunan PJT di RSUD Ulin, termasuk memindahkan lokasinya ke Banjarbaru bukan di ibukota Kalsel.

“Saya setuju dengan usulan Pak Anang Rosadi Adenansi (anggota BPRS Kalsel) dan Lutfi Saifuddin (Ketua Komisi IV DPRD Kalsel). Ke depan, rencana pengembangan rumah sakit jantung terpusat harus berada di Banjarbaru,” kata Machli.

Menurut dia, perencanan pembangunan fasilitas baru di RSUD Ulin Banjarmasin harusnya mempertimbangkan sisi keuangan daerah, agar lebih efektif dan efisien.

“Jadi, di Kalsel ini cukup ada satu rumah sakit yang mengembangkan pelayanan jantung terpadu. Lokasinya lebih baik di Banjarbaru, karena juga dekat dengan Banjarmasin,” ujar mantan Wakil Direktur RSJD Sambang Lihum ini.

BACA LAGI : Anggota BPRS Kalsel Desak Pembangunan PJT di RSUD Ulin Ditunda

Menurut dia, Banjarbaru sebagai kawasan baru dengan ketersediaan lahan yang memungkinkan sangat tepat untuk menjadi lokasi pembangunan rumah sakit jantung.

“Pemikiran Pak Anang Rosadi dan Lutfi Saifuddin itu sudah tepat, karena Banjarbaru memang layak tidak seperti di Banjarmasin yang sudah penuh dengan rumah sakit,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.