Buahkan Karya Arsitektur Monomental, IAI Kalsel Diharapkan Terus Berkiprah

0 160

KIPRAH para arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalimantan Selatan harus tetap dijaga di tengah masyarakat Banua. Ini karena, eksistensi organisasi profesi yang menghimpun para ahli rancang bangun sangat dibutuhkan publik lewat karyanya.

HARAPAN ini diungkapkan arsitek senior yang juga meraih penghargaan sebagai pendiri IAI Kalsel, Subhan Syarief. Arsitek jebolan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini pun meraih penghargaan bergengsi dari IAI Kalsel sebagai pendiri organisasi itu yang berawal dari cabang IAI Jawa Timur.

Selain Subhan Syarief, tercatat para arsitek senior yang juga mengabdikan diri sebagai akademisi dan praktisi arsitektur lainnya adalah Ir Elkanadi Adil MT, Ir Judyanti Mutiara, Ir Roy Saudale, Ir Martadi Effendi, dan Ir Trisno Apidianto yang mendapat piagam penghargaan diberikan langsung Ketua IAI Kalsel, Pakhri Anshar dan Ketua Panitia Pelaksana HUT IAI Kalsel ke-21, Dr Eng Akbar Rahman di Rumah Anno 1925, Jalan Piere Tendean, Banjarmasin, Senin (9/12/2019) malam.

BACA : 21 Tahun IAI Kalsel, Pameran Karya Arsitektur Diminati Pengunjung

“Kiprah IAI sebagai wadah yang menghimpun para arsitek juga bisa menjadi partner pemerintah sekaligus pengeritik terhadap pembangunan yang tidak sesuai kaidah keilmuan arsitektur. Ya, seperti pada kasus pembangunan Pasar Kujajing, Banjarmasin Park serta pembangunan RSUD Ulin Banjarmasin yang menggunakan model rumah Joglo, bukan arsitektur Banjar,” tutur Subhan Syarief kepada jejakrekam.com, Senin (9/12/2019) malam.

Ia menekankan pentingnya keberadaan para arsitek itu untuk menghayati keilmuannya untuk diterapkan, bukan hanya sekadar sebagai perancang bangun proyek atau konsultan, namun juga berbicara kritis ketika terjadi dugaan pelanggaran aturan.

“Jejak semacam ini harus diwariskan kepada generasi berikutnya, terutama para arsitek muda yang akan menggantikan generasi terdahulu dalam berkiprah di tengah masyarakat,” kata kandidat doktor hukum konstruksi Universitas Islam Sultan Adam Semarang ini.

Sementara itu, Ketua Panlak HUT IAI Kalsel ke-21 tahun, Akbar Rahman mengungkapkan para pihak yang juga turut mendukung dalam dunia arsitektur juga meraih penghargaan seperti Ir Irhamna (mantan birokrat Dinas PU Kalsel), pengusaha Handoko, serta arsitek senior, Elkanadi yang juga dosen Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

BACA JUGA : Ketika Arsitek Belanda Bertanya Bangunan Lawas

Menurut Akbar, kiprah para arsitek yang banyak tersebar merupakan anggota IAI Kalsel terutama sebagai konsultan, kontraktor atau praktisi melalui karya yang dibangun yang ada di Kalimantan Selatan.

Ia menyebut sejak berdiri, anggota IAI Kalsel sudah merancang karya arsitektur monumental seperti pembangunan Kantor Balai Kota Banjarmasin dirancang Elkanadi, Menara Pandang digarap Leo, Rumah Jabatan Bupati Balangan, dan banyak lagi tersebar di Kalsel. Berdasar itu, karya para arsitek Banua pun didapat sekitar 50 karya yang telah dipamerkan dalam perayaan ulang tahun organisasi ini ke-21 tahun.

BACA LAGI : Museum Wasaka, Rumah Banjar yang Didesain Arsitek Singapura

Doktor jebolan universitas terkemuka di Jepang pun mengingatkan di era persaingan global, maka para arsitek harus terus meningkatkan kompetensi dan karya, sehingga bisa bersaing dengan sehat.

“Sebenarnya, para arsitek yang ada di Kalsel bisa bersaing dengan sehat di era keterbukaan seperti sekarang, makanya bisa berkarya sehat. Terutama, bisa aktif berorganisasi dan saling sharing untuk meningkatkan karya-karya arsitektur yang bermanfaat bagi masyarakat Kalsel,” imbuh dosen Fakultas Teknik ULM ini.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor DidI GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.