ACT

Waspada Penderita Asma, Ini Tips Sehat Saat Kabut Asap Pekat

0 143

KABUT asap yang menyelimuti Banjarmasin dan wilayah lainnya di Kalimantan Selatan, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin parah. Ini ditambah dengan suhu panas dan cuaca yang sedikit mendung.

DARI segi kesehatan, bau asap yang dihirup sangat menyengat. Tak hanya mengganggu jarak pandang dan membuat mata perih, namun potensi terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

“Kabut asap memang sangat rentan bagi orang atau pasien yang alergi, radang saluran napas dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Ini karena asap yang sifatnya iritan akan memperberat gejala pada pasien tersebut,” tutur dokter spesialis penyakit dalam RS Islam Banjarmasin, dr Meldy Muzada Elfa Sp.PD kepada jejakrekam.com, di Banjarmasin, Senin (16/9/2019).

BACA : Walikota Banjarbaru Nyatakan Darurat Kabut Asap Karhutla

Dia menyebut gejala yang muncul antara lain batuk-batuk ,sesak nafas, berdahak dan tentunya menjadi infeksi jika disertai pertumbuhan kuman di saluran napas.

Wakil Direktur RS Islam Banjarmasin ini mengungkapan ISPA adalah infeksi yang paling sering terjadi pada saat kabut asap. Hal ini dipicu imunitas pada saluran napas terganggu akibat kabut asap. “Apalagi sebelumnya sudah ada penyakit alergi, radang saluran napas ataupun PPOK,” ucapnya.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalsel ini mengatakan komplikasi selanjutnya adalah infeksi parenkim paru (pneumonia), PPOK eksaserbasi akut dan lebih parah bisa sampai gagal napas.

“Yang perlu diperhatikan pada kondisi Kalsel yang sudah mulai kabut asap adalah pasien-pasien dengan masalah pernapasan. Dari itu, dianjurkan agar mengurangi aktivitas keluar rumah,” tuturnya.

BACA JUGA : Kabut Asap Karhutla, Presdir BLF Sarankan Masyarakat Gugat Pemerintah

Meldy juga menyarankan agar menggunakan masker yang dapat mengurangi paparan iritasi di udara. Menurut dia, masker yang terbaik untuk menangkal kabut asap adalah masker jenis N95. “Biasakan memakai masker selama kabut asap, juga perbanyak minum air putih,” ucapnya.

Meldy juga mengingatkan bagi penderita asma, terutama yang sering kambuh dianjurkan untuk menyediakan alat nebulizer untuk melegakan pernafasan. “Ya, untuk jaga-jaga ketika serangan asma muncul saat kabut asap. Sedangkan yang sehat, pakai masker, perbanyak di rumah saja dan minum air putih untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ucapnya.

BACA JUGA : Kabut Asap Menyelubungi Banjarmasin, Walikota Ibnu Sina Minta Maaf

Kata Meldy, jika sangat rentan dan berisiko dengan kabut asap, cepat-cepat dibawa ke pusat kesehatan terdekat. “Jangan panik, kenali gejala-gejala infeksi ataupun peradangan seperti sesak bertambah berat, demam, batuk-batuk  berdahak,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.