ACT

Warga Komplek Graha Indah Permai Keluhkan Pelayanan PDAM Intan Banjar

0 351

KRISIS air bersih melanda warga Komplek Graha Indah Permai, Jalan Tembikar Kanan RT 11 Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Mereka mengeluhkan pelayanan distribusi PDAM Intan Banjar yang tak merata.

HASILNYA, komplek perumahan yang dihuni sedikitnya 150 kepala keluarga (KK) dengan 300 jiwa lebih, terpaksa meminta bantuan suplai air bersih dari PDAM Bandarmasih.

Warga Komplek Graha Indah Permai, Raffi mengungkapkan distribusi air bersih dari PDAM Intan Banjar tidak merata mengalir ke rumah-rumah pelanggan.

Menurut dia, dalam sehari itu paling banter air mengalir ke rumah hanya 3-4 jam. Bahkan, lebih parah lagi, air sampai tak mengalir hingga empat hingga lima hari. Ada pula, sampai 10 hari tak mengalir.

BACA : Terpaksa Tadah Hujan, 6 Hari Pasokan Air Leding PDAM Intan Banjar Mati Total

“Kalau masalah gangguan jaringan atau perbaikan pipa, bisa kami maklumi. Tapi, sekarang pasokan air kabarnya mulai lancar. Buktinya, dari komplek sebelah yang menjadi langganan PDAM Bandarmasih justru lebih lancar,” ucap Raffi kepada awak media, Rabu (21/8/2019).

Hal senada juga diungkapkan Adi. Menurut warga Komplek Graha Indah Permai in, pelayanan air bersih dari PDAM Intan Banjar tak maksimal, malah sudah dialami para pelanggan sudah berlangsung hampir dua tahun. “Ya, memang air mengalir dari habis Maghrib sampai jam satu malam. Makanya, kami ini selalu bergadang untuk menjaga air,” kata Adi.

Ia juga membenarkan warga komplek akhirnya berinisiatif meminta bantuan dari PDAM Bandarmasih untuk menyuplai air bersih. Dengan meminta mengisi tandon serta mengirimkan truk tangki ke perumahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang selama ini belum maksimal diberikan pihak PDAM Intan Banjar.

BACA JUGA : Penyertaan Modal Pemprov Kalsel untuk PDAM Intan Banjar Ditagih

Warga lainnya, Lala pun mengaku gara-gara krisis air bersih ini, semua warga harus repot untuk beraktivitas sehari, seperti mandi, mencuci dan keperluan lainnya. “Padahal, kami ini merupakan pelanggan yang rajin membayar rekening air leding. Tapi, pelayanan yang diberikan tidak sesuai,” cetus Lala.

Mereka pun meminta agar pihak PDAM Intan Banjar segera memperhatikan keluhan warga, karena saat ini di musim kemarau, sehingga sumber air alternatif tidak bisa digunakan warga.(jejakrekam)

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.