ACT

Disdik-Polresta Banjarmasin Larang Pelajar SMP Bawa Motor ke Sekolah

0 264

LARANGAN bagi pelajar SMP menggunakan sepeda motor sendiri berangkat ke sekolah menjadi keputusan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.

INI menyusul dengan dilayangkan surat edaran dari Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto kepala kepala sekolah SMP se-Banjarmasin pada 12 Agustus 2019 lalu.

Dalam surat edaran bernomor 420/167-PSMP/Dipendik/2019,  Kepala Disdik Banjarmasin Totok Agus Daryanto menerangkan instruksi pelarangan bagi pelajar SMP menggunakan sepeda motor atau mobil ke sekolah berdasar instruksi dari Dirlantas Polda Kalsel dan Kepala Polresta Banjarmasin.

Tak hanya itu, Totok juga menginstruksikan agar seluruh SMP di Kota Banjarmasin tidak memfasilitasi tempat parkir kendaraan di sekolah. Surat itu ditembuskan ke Dirlantas Polda Kalsel dan Kapolresta Banjarmasin.

BACA : Tarif BRT Rp 5 ribu untuk Umum dan Rp 2 Ribu untuk Pelajar

Instruksi itu ternyata diabaikan para orangtua siswa. Terbukti, pada Kamis (15/8/2019), sedikitnya ada 52 pelajar SMP yang terjaring razia dari jajaran Satlantas Polresta Banjarmasin di beberapa ruas jalan, saat pergi dan pulang ke sekolah dengan menaiki sepeda motor.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin Kompol Wibowo menegaskan pelarangan bagi siswa SMP menggunakan sepeda motor atau mobil ke sekolah, karena masih berada di bawah umur.

“Anak-anak pelajar yang mengendarai sepeda motor sendiri itu sangat rentan kecelakaan. Kami mengimbau kepada para orangtua untuk tidak mengizinkan anaknya membawa motor ke sekolah,” ucap Kompol Wibowo.

Makanya, para orangtua pelajar yang kebetulan terjaring razia diundang ke Mapolresta Banjarmasin untuk menyosialisasikan aturan pelarangan tersebut. Menurut Wibowo, penindakan tegas seperti dirazia akan dilakukan jajaran demi menjaga keselamatan para pelajar SMP yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan roda dua atau empat ke sekolah.

BACA JUGA : Angkutan Pelajar Ceria Gratis

Sementara itu, Sri, warga Kelayan mengaku tak terima dengan aturan itu, dengan alasannya kebanyakan para orangtua sibuk pada pagi hari, sehingga mengizinkan anaknya menggunakan sepeda motor ke sekolah.

“Seharusnya, dilihat juga alasannya kenapa para orangtua mengizinkan anaknya pergi ke sekolah dengan membawa motor sendiri,” ucap Sri.(jejakrekam)

 

Penulis Balsyi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.