ACT

Zamruni Undur Diri, Syarif Faisal-Saleh Berebut Kursi Ketua DPRD Batola

0 382

KELUAR sebagai jawara Pemilu 2019, Partai Golkar dengan 16 kursi di DPRD Barito Kuala, mendapat jatah pimpinan dewan. Ada tiga nama yang diusulkan dalam rapat pleno DPD Partai Golkar Batola yang akan mengisi kursi ketua dewan.

PROSESI pelantikan 35 anggota DPRD Batola terpilih hasil Pemilu 2019 ini akan diagendakan pada Jumat (9/8/2019) lusa. Lantas siapa yang akan melenggang mulus menggantikan posisi Ketua DPRD Batola, pasca ditinggalkan Hikmatullah?

Tiga nama yang diusulkan dalam rapat pleno Partai Golkar Batola merupakan calon petahana ke DPP Partai Golkar di Jakarta. Tiga nama itu adalah Syarif Faisal (kini Ketua Komisi III DPRD Batola), Saleh dan Muhammad Zamruni.

Syarif Faisal dan Saleh sendiri berasal dari daerah pemilihan (dapil) yang sama, Batola 1 mewakili Kecamatan Marabahan, Kuripan, Tabukan, Cerbon, Bakumpai dan Rantau Badauh. Baik Syarif maupun Saleh merupakan peraih suara terbanyak caleg terpilih asal Partai Golkar.

BACA : Wajah Baru di DPRD Batola, Ini 35 Wakil Rakyat Terpilih Edisi Pemilu 2019

Syarif sebagai kandidat incumbent menyabet 3.333 suara. Sedangkan, Saleh bisa mengemas 5.347 suara pemilih di Pemilu 2019. Pesaing keduanya adalah Muhammad Zamruni dari dapil Batola 4 (Tamban, Mekar Sari  dan Tabunganen) dengan raihan 2.990 suara.

Ketua Komisi III DPRD Batola Syarif Faisal pun mengakui selain dirinya, ada dua nama koleganya yang diusulkan sebagai kandidat ketua dewan ke DPD Partai Golkar Kalsel di Banjarmasin dan DPP Partai Golkar di Jakarta.

“Sebenarnya, ada enam poin untuk menjadi Ketua DPRD Batola. Yakni, kader partai yang memang pengurus harian di satu tingkat di atasnya. Kedua, pernah menjabat anggota dewan, dan ketiga pendidikan maksimal sarjana atau strata satu,” papar Syarif Faisal kepada jejakrekam.com di Marabahan, Senin (6/8/2019).

BACA JUGA : Golkar Masih Kokoh di Peta Politik Batola

Masih menurut Syarif, pada poin keempat justru perdebatan hebat dalam rapat pleno Golkar Batola beberapa waktu lalu. Karena, pimpinan dewan itu diutamakan merupakan Ketua DPD Partai Golkar Batola, sementara saat ini Rahmadian Noor merupakan Wakil Bupati Batola.

“Raihan suara caleg juga dipakai rumus dulu dengan bilangan pembagi pemilih, sementara Pemilu 2019 telah menerapkan sistem sainte lague murni,” kata Syarif.

Berikutnya, poin kelima tidak cacat hukum dan keenam tidak pernah mencalonkan diri menjadi caleg dari parpol lain. “Nah, dari keenam poin yang jadi syarat, tentu saya terpenuhi semua. Nah, jika memang Golkar menghendaki saya jadi Ketua DPRD Batola, saya siap. Terpenting, adalah penilaiannya harus objektif dan terbuka,” tuturnya.

Syarif pun mengusulkan agar pemilihan Ketua DPRD Batola yang menjadi jatah Golkar bisa dilakukan dengan fit and proper test, sehingga yang terpilih benar-benar kader beringin yang mumpuni.

“Bagaimana pun, DPRD merupakan lembaga yang krusial, karena bukan memimpin satu fraksi, tapi banyak fraksi yang dipimpin. Inilah mengapa sangat penting penilaian yang objektif, dan saya berharap tidak ada hal di luar itu jadi acuan,” paparnya.

BACA LAGI : Jika Dipercaya Golkar Jadi Ketua DPRD Kalsel, Hasanudin Murad : Saya Siap!

Tak hanya Syarif Faisal yang percaya diri, Saleh pun demikian. Ia menegaskan siap mengemban amanah dan perintah partai jika nantinya dipercaya menjadi Ketua DPRD Batola periode 2019-2024.

“Saya akan berusaha maksimal, karena di dewan tentu berbeda warna. Bagaimana seorang ketua dewan bisa menyatukannya, itu yang terpenting demi kepentingan masyarakat Batola,” ucap Saleh.

Lain lagi dengan Zamruni. Justru, Zamruni mengaku belum mampu mengemban amanat menjadi Ketua DPRD Batola. “Surat pengunduran diri untuk dicalonkan jadi Ketua DPRD Batola, sudah saya ajukan ke partai,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.