SAR Gabungan Maksimalkan Pencarian Korban Pelayaran KM Pieces

0 105

TIM SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Lanal, Polair Polda Kalsel, KSOP, dan unsur terkait, masih melakukan upaya pencarian terhadap 30 korban pelayaran KM Pieces di sekitar perairan Selat Makassar, Minggu (4/8/2019).

MEMASUKI hari kelima pencarian, kami masih berusaha mencari keberadaan 30 nelayan yang dikabarkan hilang sejak Rabu (31/7/2019) lalu,” ungkap Endrow, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.

Endrow menjelaskan, pencarian tetap menggunakan alur air, diantaranya pukul 08:00 Wita pergerakan kapal pemantauan hotspot milik Ditpolair Polda Kalsel untuk melakukan patroli sekaligus pencarian korban KM Pieces di Muara Barito sampai ke Tabuneo.

Pukul 09:00 Wita pergerakan Kapal Patroli 363 KSOP Banjarmasin dengan POB 15 orang untuk melakukan pencarian di daerah Tabuneo sampai ke seputaran Pantai Batakan. Pukul 09:20 Wita Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin memberangkatkan KN 407 dengan POB 7 orang untuk melakukan pencarian dari Muara Tabuneo sampai ke Tanjung Selatan.

Pukul 10:51 WITA KN 407 melaporkan pada koordinat 03 40’44” S – 114 28’95” E tinggi gelombang 2-2,5 meter, dan diinfokan bahwa KN 407 akan berlindung pada koordinat 03 27’ 204” S – 114 30’ 962” E.

Pukul 12:30 Wita terima info dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang bahwa KM Rejeki Utama telah merapat di Pelabuhan Perikanan Pekalongan pada 4 Agustus 2019 pukul 10.40 WIB dengan membawa 6 korban (dua selamat dan empat meninggal dunia). Semua korban dievakuasi ke RSUD Bendan, Pekalongan.

BACA : Basarnas Rilis 37 Nama Korban KM Pieces yang Tenggelam, Ini Datanya!

Korban meninggal yang dibawa KM Rejeki Utama ke Pekalongan adalah Sartani (64 tahun) asal Pekalongan, Sunoto (54 tahun) asal Pekalongan, Mulyono asal Batang, dan satu belum teridentifikasi. Korban selamat, yakni Muhammad Samlawi (siswa magang SMK 1 Bulakamba) dan Bambang Subagyo yang merupakan ABK KM Pieces.

Pencarian mendapatkan dukungan KRI Hasan Basri yang melakukan penyisiran di sebelah selatan Banjarmasin, dukungan dari Pos AL dan Pos Ditpolair Polda Kalsel untuk melakukan pemantauan di sepanjang pesisir antai Tanjung Selatan – Pagatan – Kotabaru sampai ke Pulau Matasiri, dukungan dari Kantor SAR Makassar untuk melakukan pemantauan di pesisir pantai barat Sulawesi Selatan sampai ke Sulawesi Barat, serta berkoordinasi dengan SROP dan VTS Makassar untuk pemapelan di perairan Selat Makassar.

Tim SAR gabungan juga menyebarkan informasi kepada nelayan-nelayan yang berada di sekitar lokasi pencarian dan ke kapal-kapal yang melintas. “Hingga Minggu pukul 18.00 Wita, hasil pencarian masih nihil dan akan kembali dilanjutkan esok hari,” kata Endrow.

Rencana pencarian pada Senin (5/8/2019), Basarnas beserta unsur potensi SAR akan melakukan pencarian di area yang telah ditentukan, diantaranya dari Tanjung Selatan, Tabuneo sampai dengan 60 NM arah selatan Muara Tabuneo, dengan menggerahkan alut utama, diantaranya, KN SAR Laksmaba 241, KN SAR 407 milik Basarnas, KN Chundamani, KNP 363 milik KSOP, KRI Hasan Basri milik TNI AL, KP 3002,KP 2006, KP 2007 milik Ditpolair Polda Kalsel.(jejakrekam)

Penulis Balsyi
Editor Andi Oktaviani

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.