PPDB SMA Banua Disorot, Disdikbud Kalsel Berdalih Alasan Kemanusiaan

0

SUARA miring muncul dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Banua Kalsel tahun ajaran 2019-2020. SMA khusus yang dikelola Pemprov Kalimantan Selatan, justru dituding menerima siswa yang dinyatakan tidak lulus seleksi.

ADA 151 calon siswa putri yang dinyatakan lulus seleksi akademik dan psikotes di SMA Banua, ternyata dalam prosesnya dikerucut hanya 40 siswi diterima. Anehnya,  justru yang tidak masuk daftar bisa diterima di sekolah berasrama itu.

Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politika (LP2TRI) Kalsel Dr Ahmad Murjani mengungkapkan  ada kejanggalan dalam proses penerimaan siswi baru di SMA Banua, justru yang tidak lulus seleksi bisa dipanggil.

BACA : Karakteristik SMA Banua Kalsel Dijamin Tak Diubah

“Ya, ada siswa yang mengundurkan diri, seharusnya siswa cadangan yang diterima. Siswi cadangan itu berada di urutan 43 atas nama Alya Naswa Samdi. Sementara, siswa yang tidak lulus di nomor 123 bernama Bricelia Nadapdap, malah dipanggil. Ini jadi pertanyaan kami,” ucap Murjani kepada jejakrekam.com, belum lama tadi.

Ketua Dewan Pengawas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kalsel ini menjelaskan dari 151 calon siswi, SMA Banua meloloskan 40 nama dengan cadangan ada lima orang. “Jadi, otomatis, dari urutan 1 hingga 40 merupakan siswi yang lulus seleksi. Sedangkan, untuk cadangan berada di nomor urut 41-45. Selanjutnya, nomor urut 46-151 merupakan calon siswi yang tidak lolos,” urai Murjani.

Menurut dia, sepatutnya ketika ada 40 siswi yang dinyatakan lulus, kemudian ada salah satu mengundurkan diri, sesuai aturan nomor berikutnya yang menggantikannya.

“Seharusnya, siswi cadangan yang diterima karena ada yang mengundurkan diri, bukan calon siswi yagn berada di urutan 123,” cetus Murjani.

BACA JUGA : Tinggi Badan Jadi Aturan Main Siswa Baru SMA Banua

Dikonfirmasi jejakrekam.com, Selasa (24/7/2019), Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel Muhammadun mengakui dari sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) online, mengacu ke nilai tertinggi yang diraih calon siswa lulusan SMP.

“Namun, khusus di SMA Banua juga ada kewenangan sepenuhnya berada di sekolah yang menentukan penerimaan siswa. Ya, melalui musyawarah atau rapat dewan guru,” kata Muhammadun.

BACA LAGI : SMA Banua Tetap Terapkan Regulasi Lama

Ia mengakui terkait nama Bricelia Nadapdap merupakan calon peserta didik yang tidak lulus dalam seleksi akademik dan psikotes, telah diterima menjadi siswi SMA Banua.

Muhammaudin menyebut alasan kemanusiaan menjadi dasar penerimaan yang bersangkutan di SMA Banua, mengingat orangtua siswi ini tidak memiliki biaya. Akhirnya dibijaksanai Disdikbud Kalsel untuk diterima menggantikan calon siswi yang mengundurkan diri.

“Siswi yang mengundurkan diri itu karena lulus di SMA Nusantara. Jadi, posisi siswi baru itu akhirnya diisi Bricelia. Tidak ada tujuan lain, karena pertimbangan kemanusiaan, sebab bagi siswi yang bersekolah di SMA Banua ini gratis biaya pendidikannya. Jadi, anak dari keluarga tak mampu bisa bersekolah di sana,” imbuh Muhammadun.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.