ACT

Tak Kunjung Diangkat Jadi PNS, Guru Honorer Pilih Dukung Prabowo-Sandi

0 802

MERASA nasibnya tak kunjung membaik, para guru honorer K2 yang ada di Banjarmasin pun melabuhkan dukungan pada pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 ini.

TUNTUTAN para guru honorer K2 untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) selalu kandas. Saat Pilpres 2019, puluhan para guru honorer Kota Banjarmasin melihat visi-misi Prabowo-Sandi yang berkomitmen mengangkat guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) jadi alasan.

Bergabungnya puluhan guru honorer K2 Banjarmasin bergabung ke Gerakan Emak-Emak (Gema) Prabowo-Sandi Kalsel disambut baik, saat mendeklarasikan dukungan di kantor DPW Partai Berkarya Kalsel di Banjarmasin, Selasa (12/3/2019).

“Kami rata-rata sudah mengabdi sebagai guru honorer selama 22 tahun. Namun, sampai sekarang tak kunjung diangkat menjadi PNS, walau sudah berulang kali mengikuti tes CPNS,” kata Hairun Nisa, perwakilan salah satu guru honorer K2 kepada awak media.

Gara-gara terbentuk umur, syarat menjadi CPNS harus berusia 35 tahun, sementara dirinya dan guru honorer lainnya rata-rata sudah berusia 40 tahun ke atas, sehingga harapan tersisa pada hasil Pilpres 2019 ini.

BACA : Bukan Kelembagaan, tapi Keterikatan Emosi untuk Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

“Walau kami masih berstatus guru honorer, kami tak patah semangat untuk mengajak anak didik. Sekarang saya mengajar di SMPN 6 Banjarmasin, dulu pernah mengajar di SMA dan SD. Semua sudah dilalui, tapi rasa cinta kami terhadap dunia pendidikan tetap tinggi,” tutur Hairun Nisa.

Begitupula, Maulina mengeluhkan hal serupa. Dirinya mengungkapkan sudah masuk database Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Kemenpan-RB) dan telah divalidasi datanya oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Inspektorat, namun belum juga diangkat jadi CPNS.

“Sebenarnya kemarin memang ada pembukaan pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), namun kota Banjarmasin tidak membuka lowongan P3K,” papar Maulina.

BACA JUGA : Safari Politik ke Kalsel, Cawapres Ma’ruf Amin Banjir Dukungan

Dia menyebut puluhan guru honorer menjatuhkan dukungan ke Prabowo-Sandi, karena ada komitmen yang dicantum dalam visi-misi Indonesia Adil dan Makmur untuk mengangkat langsung honorer K2 tanpa tes.

“Banyak dari kami guru honorer K2 yang belum mendapatkan tunjangan fungsional, padahal masa kerja kami hampir 20 tahun,” imbuh Maulina.

Ia menyebut di Kota Banjarmasin, guru honorer tersisa sekitar 80-an guru yang belum diangkat menjadi PNS. “Kami akan terus berjuang, segala upaya telah kami lakukan mulai dari berjuang mengadu ke DPRD, Pemkot Banjarmasin hingga Pemprov Kalsel,” kata Maulina.

Dia menyebut pemerintah daerah sudah berupaya semaksimal mungkin, namun tidak cukup jika pemerintah pusat tidak berpihak ke guru honorer K2.

Sementara itu, Sekjen Gema Prabowo-Sandi Kalsel, Vera menuturkan dukungan puluhan guru honorer K2 ke paslon 02 dengan harapan agar kelak bisa diangkat menjadi PNS, patut diperjuangkan.

“Makanya mereka bergabung ke Gema Prabowo-Sandi Kalsel. Ini juga sesusai visi-misi Gema Prabowo-Sandi Kalsel untuk para guru honorer bisa menyalurkan aspirasinya,” ucapnya.

BACA LAGI : Jual Isu Perbaikan Ekonomi, Sahabat Prabowo-Sandi Bergerak di Kalsel

Ia berharap ke depan, Indonesia memiliki pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyatnya, tidak ada kriminalisasi, tidak ada penekanan dari penguasa negara, sehingga rakyat aman dan sejahtera.

“Saya sebaga ibu rumah tangga mewakili emak-emak sangat merasakan hal ini. Kami berharap jika Pak Prabowo nanti terpilih akan membawa perubahan lebih baik lagi,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.