ACT

PKS Ingin Putihkan Banjarmasin, PDIP Tengok Hasil Pemilu 2014

0 444

PERANG urat syaraf dilakoni parpol peserta Pemilu 2019 di Banjarmasin. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PDI Perjuangan saling klaim bakal memenangkan pesta demokrasi lima tahunan itu di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.

KETUA DPD PKS Kota Banjarmasin Hendra mengatakan ajang Pemilu 2019 merupakan pembuktian bagi parpolnya untuk memutihkan ibukota Provinsi Kalsel.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan PKS hingga dapat memutihkan Banjarmasin dan meraih kursi mayoritas di DPRD nanti. Ya, target pimpinan dewan harus bisa diraih lagi,” kata Hendra kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Rabu (6/2/2019).

Menurut dia, saat ini, PKS telah menggerakan seluruh mesin partai dari pengurus daerah, cabang, hingga ranting. Pendeknya, dari kota, kecamatan hingga kelurahan.  “Targetnya, ya atribut partai seperti bendera dan kader sudah diterjunkan ke lapangan,” cetus Hendra.

BACA :  Inilah Alokasi 45 Kursi DPRD Banjarmasin di Pemilu 2019

Ia tak memungkiri kehadiran Walikota Ibnu Sina sebagai kader PKS turut mendongkrak elektabilitas partai di tengah masyarakat. Meski diakui Hendra, Walikota Ibnu Sina tak langsung berkampanye untuk PKS, namun ketika kader berhasil menyabet posisi politik tertinggi di Balai Kota, menjadi modal dasar bagi kader untuk makin bersemangat.

“Hitungan hari jelang hari pemungutan suara pada 17 April 2019, kami menggerakkan seluruh elemen partai. Intinya, mesin partai harus bergerak terus,” kata Hendra.

BACA JUGA :  Enam Ketua Partai Bertarung, Perang Bintang Terjadi di Banjarmasin Barat

Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDIP Kalsel HM Rosehan Noor Bachri mengatakan sepatutnya PKS juga mengukur hasil Pemilu 2014 sebagai acuan.

“Realitas di lapangan, pemenang Pemilu 2014 lalu adalah Partai Golkar. Disusul, PDI Perjuangan, PKB dan PPP. Bahkan, PKS sendiri harus kehilangan satu kursi dari lima dapil yang ada di Banjarmasin,” kata Rosehan.

Bagi mantan Wagub Kalsel ini, sah-sah saja PKS ingin memutihkan Banjarmasin. Namun, menurut Rosehan, harus juga mengacu pada fakta yang ada di lapangan. “Okelah, PKS punya walikota di Banjarmasin. Namun, berdasar hasil survei nasional justru PDIP masih bertengger di posisi puncak untuk hasil Pemilu 2019 nanti,”  ucap Rosehan.

BACA LAGI :  11 Parpol Pertahankan Incumbent, Perebutan 45 Kursi DPRD Banjarmasin Diprediksi Seru

Belajar dari Pemilu 2014, Rosehan juga menyebut justru PDIP berhasil meraih dua kursi di dapil Kalsel 1 atau Banjarmasin yang mengantarkan dirinya bersama Muhaimin duduk di DPRD Kalsel.

“Tentunya, Banjarmasin sebagai barometer politik Kalsel, PDIP tetap menargetkan bisa meraup suara besar dan kursi yang banyak di parlemen, baik DPRD Banjarmasin maupun DPRD Kalsel,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.