ACT

Gerah, Pengurus DPC PKS Banjarbaru Ramai-Ramai Undur Diri

0 1.346

MERASA gerah dan tidak nyaman lagi dengan sikap pengurus DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banjarbaru dan DPW PKS Kalimantan Selatan, pengurus cabang atau kecamatan di Banjarbaru ramai-ramai mengundurkan diri.

EMPAT dari lima DPC PKS se-Banjarbaru sepakat untuk menanggalkan status pengurus parpol reikarnasi Partai Keadilan itu. Ketua DPC PKS di Kota Banjarmasin yang mengundurkan diri adalah Junaidi (DPC PKS Banjarbaru Selatan), Agung Sidayu (Cempka), Surisman (Banjarbaru Utara) dan Suraji (Liang Anggang).

Sikap ini diambil para pengurus cabang PKS di Banjarbaru sebagai bentuk protes terhadap kebijakan DPW PKS Kalsel yang telah memecat Ketua DPD PKS Kota Banjarbaru, Muhammad Basuni.

Basuni sendiri telah dicopot sebagai ketua pada 5 Januari 2019, karena dinilai DPW PKS Kalsel telah melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKS.  Akibatnya, para pengurus cabang pun dikeluarkan dari grup whatsApp (WA) grup PKS Banjarbaru.

BACA :  Ahdiyat Dipecat, 9 DPC PKS se-Kabupaten Banjar Langsung Bereaksi

Ketua DPC PKS Kecamatan Cempaka, Agung Sidayu dalam surat pernyataan sikap dan pengunduran diri yang dibacakan saat konferensi pers di Café Botani, Banjarbaru, Sabtu (2/2/2019), menyesalkan sikap yang ditempuh DPW PKS Kalsel dan DPP PKS.

“Saya bersama pengurus cabang lainnya menyesalkan apa yang terjadi di tubuh PKS Banjarbaru. Seharusnya, jelang Pemilu 2019, semua pengurus, caleg dan kader PKS bersatu untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ucap Agung Sidayu.

BACA JUGA :  Dipecat, Jajaran DPD PKS Kabupaten Banjar Melawan

Menurut Agung, dirinya bersama pengurus DPC PKS se-Banjarbaru juga tak habis pikir dengan sikap DPW PKS Kalsel justru memberhentikan Muhammad Basuni sebagai Ketua DPD PKS Banjarbaru.

“Selama ini, saudara Muhammad Basuni telah berjuang memajukan PKS Banjarbaru. Mengapa diberhentikan dan justru digantikan oleh orang yang selama ini tidak aktif di PKS Banjarbaru,”  ucap Agung.

Masih menurut dia, kondisi semacam ini justru tidak membuat PKS makin sehat, sementara Pemilu 2019 tinggal hitungan bulan dan hari.

“Kami prihatin dan tidak bisa memahami dengan akal dan pikiran sehat atas mekanisme dan tata kelola partai yang dijalankan pengurus PKS, khususnya Kalimantan Selatan dan Banjarbaru,” cetus Agung.

Sementara itu, Muhammad Basuni membenarkan dirinya telah digantikan figur lain di posisi ketua. Eks Ketua DPD PKS Banjarbaru ini mengaku prihatin sekaligus kecewa mendalam atas kisruh kepengurusan PKS Banjarbaru, hingga berujung pemecatan dirinya.

“Padahal, selama ini, para pengurus di semua tingkatan, caleg dan kader telah siap menghadapi Pemilu 2019. Kami optimistis target partai bisa tercapai,” katanya.

BACA LAGI :  Didirikan Pentolan Partai, Hubungan GARBI-PKS Panas Dingin

Basuni menegaskan sikap yang diambil dirinya dan empat pengurus DPC PKS di Banjarbaru, tidak akan menggembosi parpol tersebut.

“Kami tidak menggembosi PKS. Sampai detik-detik terakhir, kami tetap menuntaskan amanah sebagai pengurus PKS. Justru yang didapat, tindakan PKS yang semena-mena dalam berorganisasi. Ini yang akan menimbulkan dampak negatif,” cetus Basuni.

Ia tak menampik yang terjadi di tubuh PKS malah menggembosi dirinya sendiri. Sebab, menurut dia, pengurus dan caleg potensial merasa terancam oleh pengurus yang main pecat tanpa melalui proses yang benar.

BACA LAGI :  PKS Yakin 43 Calegnya Tak Bermasalah, Bisa Masuk DPT Pemilu 2019

Basuni mengungkapkan, perbedaan itu sejak dulu ada, tetapi baru sekarang ini tindakan semena-mena dan melanggar aturan organisasi dilakukan elit PKS di Kalsel.

“Ini adalah kegagalan dalam manajemen konflik. Kalau pun ada semangat perlawanan atau yang lebih tepatnya kritik terhadap kepengurusan PKS yang sedang berjalan, itu wajar dalam sebuah organisasi,” pungkasnya.

Lagi-lagi, Sekretaris DPW PKS Kalsel Awan Subarkah setiap ditanyakan soal kisruh parpol itu tak mau menjawab. Dikirim pesan singkat melalui WA juga tidak dibalas.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.