ACT

Geram Ulah Jumadi, Kapolda Kalsel Salahkan Bank Mandiri

0 412

REKAM jejak Brigadir Jumadi selama mengenakan seragam polisi, banyak catatan hitam. Penampilan sang polisi ini selalu hedonis, bahkan diduga pernah memakai narkoba. Nah, makin geram lagi, perbuatan Jumadi yang merampok uang Bank Mandiri sebesar Rp 10 miliar, yang seharusnya dijaga benar-benar mencoreng nama insituti Polri.

KEGERAMAN ini ditunjukkan Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana saat konferensi pers mengenai keberhasilan pengungkapan kasus pencurian kekerasan (curas) atau perampokan di Mapolda Kalsel, Jumat (5/1/2018).

“Walau berpangkat brigadir, ternyata gaya hidupnya hedonis. Berlaga kaya seorang kapolda saja,” kata jenderal bintang satu ini, tampak tak bisa menyembunyikan kegeramannya. Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur mengungkapkan selama mengenakan seragam coklat, Brigadir Jumadi sempat menelantarkan istri, narkoba serta meninggalkan tugas tercatat selama rentang waktu 2013 dan 2016.

“Perbuatan fatal yang dilakukannya adalah mempermalukan institusi kepolisian dengan melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” tuturnya.

Makanya, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana pun memberi jempol kepada jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel yang dibawa komando Kombes Pol Sofyan Hidayat yang turut menangkap para pelaku. Terhitung hanya 1×24 jam, dapat mengungkap kasus yang menghebohkan publik.

“Untuk barang bukti berdasar laporan Bank Mandiri ke polisi hanya Rp 10 miliar. Tetapi, baru diselamatkan hanya Rp 4,6 miliar. Saat ini, dibantu tersangka tengah mencari kekurangannya. Semoga dalam waktu cepat barang bukti dapat ditemukan,” kata Kapolda Kalsel.

Mantan Kapolresta Pontianak ini memastikan Brigadir Jumadi tak hanya dijerat dengan tindak pidana umum, juga dikenakan sanksi kode etik. “Nanti setelah ada putusan pengadilan umum, yang bersangkutan akan dipecat. Pelaku juga dikenakan Pasal 365 KUHP,” ucap Rachmat Mulyana.

Di hadapan para wartawan, Kapolda Kalsel pun menyalahkan pihak manajemen Bank Mandiri yang meminta pengawalan pihak kepolisian tak sesuai prosedur.Seharusnya, menurut dia, pihak Bank Mandiri dalam meminta personil polisi untuk mengawal pengambilan uang harus secara tertulis. “Jangan main telepon. Akibatnya, terjadi insiden yang fatal. Ini merupakan pelajaran berharga bagi pihak Bank Mandiri. Saya akan evaluasi proses permintaan pengawalan yang ada,” cetus perwira tinggi Mabes Polri ini.

Ucapan terima kasih pun disuarakan Area Manager Bank Mandiri Cabang Banjarmasin, Adi Mulya atas gerak cepat jajaran Polda Kalsel yang dalam waktu singkat bisa menangkap para pelaku, serta bisa menyelamatkan sebagian barang bukti.

“Memang, kami akui dalam pengawalan sudah menyalahi prosedur. Makanya, kami akan bicarakan masalah ini di internal bank. Sebab, sifatnya rahasia. Ke depan, kami akan evaluasi mengenai prosedur pengawalan dengan pihak kepolisian,” tuturnya.(jejakrekam)

Penulis : Asyikin

Editor    : Didi G Sanusi

Foto      : Iman Satria

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.