ACT

Patung Ikan Kelabau Bikin Bingung Warga Pendatang

0 784

BERDIRI kokoh dan menggantikan bundaran yang lama, kini patung ikan kelabau tampak kontras bagi para pengguna jalan di perempatan Jalan Pangeran Samudera-Haryono MT Banjarmasin. Ada yang berasumsi patung ikan sungai ini merupakan kawasan kuliner, karena identik dengan menu kuliner.

HAL ini dirasakan Abdul, warga asal Hulu Sungai Utara (HSU) saat tiba di Banjarmasin. Ia mengaku kaget, ketika ada patung ikan berdiri di perempatan jalan protokol di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Apa patung ikan kelabau itu menunjukkan kawasan kuliner yang khas di Banjarmasin? Sebab, biasanya, patung ikan itu menunjukkan adanya kawasan kuliner?” ucap Abdul, warga Amuntai ini kepada jejakrekam.com, Minggu (26/11/2017).

Dia pun sempat mengira ikan yang dijadikan patung itu seperti ikan mas atau bawal, karena bentuknya yang sangat mirip. Belakangan, Abdul baru tahu dari informasi warga Banjarmasin bahwa patung itu adalah representasi ikan kelabau yang mulai langka. “Nah, kalau benar ikan kelabau itu langka, dan merupakan ikan lokal, mengapa tak dilestarikan dan dibudidayakan?” tanya Abdul.

Dia membandingkan dengan ikon itik Alabio di kawasan siring Kota Amuntai, sangat berkelindan dengan ciri khas ibukota Kabupaten HSU tersebut. “Jadi, masyarakat bisa langsung melihat bentuk aslinya dari itik Alabio, bukan sekadar patung saja. Saya rasa, semua masyarakat Kalsel pasti mengetahui itik Alabio itu berasal dari HSU,” ucapnya.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Kalsel Anang Rosadi Adenansi menuding proyek taman dengan membangun ikon ikan kelabau atau sebagainya, malah terkesan menghambur-hamburkan uang. “Apa sih manfaatnya? Memperindah wajah kota? Tidak juga. Malah pesan yang disampaikan dengan keberadaan patung itu lepas dari tujuannya. Sekarang mana ikan kelabau yang sudah langka itu?” cecar Anang Rosadi. Padahal, menurut dia, keberadaan patung kelabau itu makin membuktikan bahwa penghuni Sungai Martapura dan lainnya sudah tak aman hidup di Banjarmasin. “Untuk mengabadikannya ya dibuat patung,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Mukhyar mengklaim ikan kelabau merupakan ikon ibukota Kalsel ini. “Dasar pembuatan patung ikan kelabau itu berdasar peraturan daerah yang menegaskan ikan tersebut ikon khas Banjarmasin,” tegas Mukhyar. Ia menjelaskan dana pembuatan patung ikan kelabau setinggi 4 meter itu mencapai Rp 200 juta yang dianggarkan dalam APBD Banjarmasin 2017 lalu.

Benarkan ikan kelabau khas Banjarmasin? Ikan air tawar ini sebenarnya dikenal juga dengan ikan hara atau dalam bahasa latinnya Osteochilus Melanopleurus adalah jenis ikan tawar dari keluarga Cyprinidae, seperti ikan mas dan kerabatnya.  Ikan ini menyebar dari Asia, Sumatera hingga Kalimantan.(jejakrekam)

Penulis : Muji Setiawan

Editor   : Didi G Sanusi

Foto      : Istimewa

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.