ACT

Angin Kencang Menerjang, Pohon dan Baliho pun Tumbang

0 128

Terjangan angin kencang yang datang tiba-tiba di Kota Banjarmasin dan sekitarnya,  sekira pukul 14.00 Wita, Minggu (5/2/2017) dalam hitungan menit saja, banyak pohon, baliho, dan tiang listrik bertumbangan.

DARI data yang dihimpun sementara dari beberapa kelompok emergency, angin kencang disertai hujan lebat ini mengakibatkan banyak pohon di kawasan Jalan Jafri Zamzam, bertumbangan. Hal serupa dialami di kawasan Benua Anyar, Cempaka Raya, serta ada kubah masjid yang turut terbang disapu angin.

Ada pula beberapa baliho yang roboh di kawasan Jalan S Parman, serta tiang listrik yang roboh, mengakibatkan listrik langsung padam di kawasan Sungai Andai. Hal serupa juga dialami di warga di kawasan Alalak Tengah, Selatan dan Utara.

Pohon-pohon besar juga bertumbangan di kawasan kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Jalan Brigjen H Hasan Basry dan PDAM Bandarmasih, Jalan Achmad Yani Km 2,5, Gang Ternate Pasar Lama. Bukan hanya itu, Posko Almadani di Pekapuran Raya, turut roboh dihantam angin kencang itu. Begitupula, akibat pohon yang bertumbang mengenai kabel listrik, hingga warga Jalan Kramat, Pengambangan padam mendadak. Kencangnya angin juga merobohkan tower Radio DBS, Stasiun radio ORARI di kawasan Dahlia, Teluk Tiram, serta Kelayan A. Ternyata, dari pantauan di lapangan, hampir seluruh wilayah Banjarmasin seperti disapu angin kencang itu. Bahkan, ada beberapa mobil rengsek, tertimpa pohon seperti di kawasan Jalan Pangeran Antasari.

“Banyak atap rumah warga di kawasan Sungai Jingah juga beterbangan,” ucap Rusdi, warga Surgi Mufti, Banjarmasin. Ia menceritakan gara-gara angin kencang itu, aliran listrik tiba-tiba padam. “Banyak pula pohon yang patah, sempat menghalangi jalan di kawasan Lambung Mangkurat, bahkan baliho di depan kediaman Gubernur Kalsel juga roboh,” kata Rusdi lagi.

Terjangan angin juga menghantam bagian tenda di Menara Siring Pandang, Jalan Piere Tandean. Bahkan, sempat menimpa seorang pengunjung, hingga akhirnya dirujuk ke sebuah rumah sakit. Usai kejadian, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina langsung memantau perbaikan tenda di kawasan wisata sungai itu. Sang pengelola Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin juga memilih kebijakan untuk menutup sementara Menara Siring Pandang, agar tak dikunjungi warga yang ramai di akhir pekan.(jejakrekam)

Laporan : Tim Jejekrekam.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.