SUASANA Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Jalan Trikora, Kota Banjarbaru mendadak riuh rendah.
PASALNYA pada Senin (12/1/202), Presiden Prabowo Subianto hadir membawa misi penting. Yakni memastikan bahwa semboyan ‘Pendidikan untuk Semua’ bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dirasakan langsung oleh anak-anak di Sekolah Rakyat.
Kedatangan Presiden RI ke-8 ke Kalimantan Selatan membawa agenda peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, yang di pusatkan di Kalimantan Selatan.
Momen Hangat Bersama Siswa
Langkah kaki Presiden Prabowo Subianto langsung disambut dengan gemuruh yel-yel penuh energi dari para siswa. Namun, alih-alih sekadar melintas, Presiden Prabowo justru berhenti cukup lama. Dalam suasana yang cair, ia terlihat telaten merapikan kerah baju dan atribut beberapa siswa, layaknya seorang ayah kepada anaknya.
”Belajar yang baik ya semuanya,” pesan singkat namun bermakna itu Beliau sampaikan sembari menyalami satu per satu siswa sebelum memasuki ruang acara peresmian.
Peninjauan kali ini tidak dilakukan secara formalitas belaka. Presiden menyisir setiap sudut fasilitas untuk memastikan kualitas sarana belajar, diantaranya ruang kelas, perpustakaan, laboratorium serta lainnya.
Setelah selesai meninjau fasilitas belajar, Presiden langsung menuju tempat acara yang sudah disiapkan oleh panitia dan sudah ditunggu puluhan gubernur, bupati dan wali kota yang hadir, serta para Menteri Kabinet Merah Putih serta ratusan siswa Sekolah Rakyat.
Peresmian Sekolah Rakyat menjadi tonggak penting bagi penguatan sumber daya manusia di Indonesia. “Acara ini bukan sekadar simbol pembangunan fisik, melainkan penegasan komitmen negara dalam menghadirkan instrumen pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan,” ucap Presiden Prabowo.
Pemerintah menegaskan, bahwa pembangunan manusia melalui pendidikan adalah prioritas utama. Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk menjadi ruang belajar yang layak fan berkualitas .
Kemudian Sekolah Rakyat harus terjangkau dan merata di seluruh pelosok negeri. “Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.(jejakrekam)

