ACT
Browsing Tag: "Paribasa Banjar"

Paribasa Banjar

Paribasa Banjar; Raja Liung

Oleh : Noorhalis Majid LIUNG itu berarti menghindar. Kalau raja liung, berarti ahli dalam menghindar. Ilmu selisih disebut liung. Ahli dalam mengatur agar tidak pernah ketemu, tabrakan. Selalu selisih waktu dan kesempatan, disebut raja

Paribasa Banjar; Sakali Samustawa

Oleh : Noorhalis Majid TIDAK sering. Jarang, bahkan sangat jarang sekali. Bukan berulang-ulang. Tidak setiap waktu. Paling hanya sekali saja. Bahkan hanya sekali dalam seumur hidup, langka, itulah yang dimaksud sakali samustawa.

Paribasa Banjar; Tamakan Pandir

Oleh : Noorhalis Majid HATI-hati tamakan pandir, begitu biasanya nasehat disampaikan. Artinya, percaya pada ucapan yang belum tentu benar. Perkataan, ucapan, sebelum ditelan, dipercaya, mesti dikonfirmasi kebenarannya. Kalau langsung

Paribasa Banjar ; Rasa Ludah Hantu

Oleh : Noorhalis Majid UNGKAPAN ini cukup unik. Rasa ludah hantu. Padahal pasti belum pernah merasakan ludah hantu. Bagaimana rasanya, tidak ada yang tahu. Sering diucapkan, menilai rasa makanan yang tidak karuan, tidak ada rasanya.

Paribasa Banjar ; Cacap Igutan

SEMULA ungkapan ini lahir dari aktivitas makan rujak, pencok. Ada orang yang mencecap rujak ke sambal, kecap atau garam. Menggigitnya, lalu mencecap lagi, menggigit lagi, mengecap lagi.  Itu  yang dinamakan cacap igutan. Yang seperti itu…