ACT

Masker Standar Langka, Antisipasi Covid-19 Masker Pengendara pun Diserbu Pembeli

0 65

TAK ada rotan, akar pun jadi. Gara-gara stok masker untuk mencegah dan menangkal penyebaran virus Corona (Covid-19), makin langka di pasaran, akhirnya warga Banjarmasin pun memilih masker pengendara jadi alternatif.

IMBAUAN pemerintah agar tetap berada di dalam rumah, namun jika ke luar hanya untuk keperluan mendesak, dimanfaatkan warga Banjarmasin untuk membeli masker pengendara atau anti debu.

Pemandangan ini terlihat di kawasan Pasar Sudimampir Baru dan Pasar Baru, seputaran Jalan Pangeran Samudera, Banjarmasin, Selasa (24/3/2020). Warga pun terpaksa membeli masker tak berstandar medis, demi mencegah dan mengurangi risiko terpapar virus Corona terutama melalui udara, saat berada di jalan.

BACA : Ditreskrimum Polda Kalsel Bongkar Praktik Penimbunan Masker

Lapak para pedagang kaki lima yang berjualan kaos kaki, pakaian dan masker pengendara ini diserbu para pembeli.

Yadi, pedagang masker dadakan di kawasan Pasar Sudimampir Raya pun mengakui di tengah histeria publik karena takut terjangkit Covid-19, pembelian masker pengendara pun jadi pilihan.

“Memang, masker yang biasanya dipakai petugas medis atau lagi sakit di rumah sakit telah langka di apotek atau toko-toko obat. Akhirnya, mereka banyak membeli masker biasa,” ucap Yadi kepada jejakrekam.com, Selasa (24/3/2020).

Berbeda dengan masker standar kesehatan yang hanya untuk sekali pakai, Yadi mengakui masker pengendara dipakai berulang-ulang dengan catatan harus dicuci bersih.

“Bahan bakunya tentu berbeda dengan masker standar kesehatan. Karena, masker pengendara ini kebanyakan dibuat dari bahan baku kain flannel. Alhamdulillah, omzet penjualan meningkat tajam di tengah isu mewabahnya virus Corona,” ucap Yadi.

BACA JUGA : Corona Bukan Ajang Berburu Masker

Selain itu, Yadi juga menjual beberapa masker berstandar turut dibeli para pembeli. Menurut dia, permintaan akan masker memang meningkat tajam, seiring dengan status tanggap darurat yang diberlakukan Pemprov Kalsel dan Pemkot Banjarmasin. Bahkan, omzet penjualan yang didapatnya mencapai ratusan ribu, berbeda ketika belum terjadi wabah Covid-19 yang melanda Kalsel.

Beberapa pembeli pun mengaku bersyukur, karena di emperan jalan masih banyak dijual masker untuk pelindung diri.

“Ya, setidaknya, ada masker alternatif yang bisa dipakai saat kondisi sekarang. Harganya memang relatif lebih murah,” ucap Rahman bersama istrinya, Ida asal Marabahan, Barito Kuala (Batola).

Menurut dia, masker untuk biasa dibeli seharga Rp 7 ribu, sedangkan yang lainnya tergantung model dan ukuran seharga Rp 8-10 ribu per lembar. Rahman pun juga membeli masker untuk berkendara seharga Rp 15 ribu.

“Masker ini kami beli untuk sekeluarga. Jadi, saat keluar rumah bisa memakai masker ini. Semoga bisa sehat dan tidak terjangkit virus Corona,” ujar Rahman.(jejakrekam)

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.