ACT

Mengayuh Sepeda Lintasi Banyak Kota, Robby Usung Isu Penyelamatan Meratus

0 55

TEKAD dibarengi semangat kuat, adalah dua kata yang pantas disematkan kepada Yunias Robby dalam membawa isu #SaveMeratus, agar didengar dan disuarakan seantero negeri.

BERANGKAT dari Yogyakarta dengan menggayuh sepeda pada 7 Maret lalu, Robby menempuh perjalanan ratusan kilometer ke Kalimantan Selatan.

Robby bersepeda dari Yogyakarta menuju Solo, Madiun, Jombang, Mojokerto, hingga Kota Surabaya. Dari Kota Pahlawan, dia menyeberang ke Kalimantan, Robby pun sampai pada Sabtu (14/3/2020) lalu.

Dalam perjalanannya, Robby kerap kali bertemu dengan banyak komunitas. Di setiap perjumpaan itu, dia berdiskusi berbagai isu yang dialami masyarakat akar rumput.

BACA : Gaungkan Gerakan Save Meratus, Jalan Politik dan Seni Bisa Diretas

Isu-isu seputar konflik urban seperti penggusuran, perampasan lahan, hingga isu agraria dan rancangan undang-undang kontroversial menjadi topik diskusi antar komunitas.

Di Solo, Robby disambut beberapa mahasiswa Universitas Sebelas Maret dan komunitas Perpustakaan Jalanan Solo. Pertemuan dengan beberapa kawan tersebut, ia manfaatkan sebagai wadah berbagi tentang gerakan #SaveMeratus.

Dari Solo berlanjut ke Madiun, dalam perjalanan Robby bertemu seorang pesepeda asal Inggris bernama Sam yang sudah melakukan perjalanan bersepeda selama tiga tahun.

Dari Madiun perjalanan dilanjutkan menuju Jombang. Sesampainya di Kota Santri Jawa Timur ini, ia menginap di Rumah Merdeka Jombang. Tidak hanya silaturahmi, kawan-kawannya di Jombang melalui Perpustakaan Jalanan Jombang dan Rumah Pengetahuan Daulat Hijau (RPHD) mengadakan diskusi publik mengenai gunung dan #SaveMeratus.

BACA JUGA : Dikabulkan MA, Walhi Kalsel Sebut Meratus Masih Belum Aman

Setelah beberapa agenda di Jombang, Robby melanjutkan perjalanan langsung menuju Surabaya tanpa bermalam di Mojokerto. Di Surabaya, Robby mengikuti dan meliput aksi #TolakOmnibusLaw, isu yang juga sedang ramai. Begitu aksi bubar, Robby silaturahmi di kantor Walhi Jawa Timur untuk kemudian besoknya berangkat dengan kapal menuju Banjarmasin.

Perjalanan yang ditempuh Robby dengan menggunakan sepeda ini, tidak ada tenggat waktu. Namun, target yang ingin ia capai adalah bisa menambah pengetahuan publik tentang pentingnya menyelamatkan Meratus.

BACA JUGA : Sungai Amandit Tercemar Tambang, Walhi Sesalkan Pemkab HSS Seakan Lepas Tangan

Setelah sampai di kantor Walhi Kalsel di Banjarbaru, Robby banyak bercerita kenapa ia melakoni perjalanan ini dan tujuannya membawa kampanye #SaveMeratus,

“Saya miris bang, melihat kondisi di Kalimantan Selatan yang semakin rusak lingkungannya oleh tambang dan sawit” kata Robby kepada jejakrekam.com, Jum’at (20/3/2020).

Ia menambahkan dirinya lahir di bumi Borneo. Atas nama nurani itu, setidaknya dirinya berupaya melakukan hal-hal baik untuk tempat kelahirannya ini. Meskipun apa yang ia lakukan hanya berdampak kecil, jika dilakukan bersama-sama akan membuahkan hal besar.

Ada kekhawatiran tampak dari raut wajah Robby ketika berdiskusi mengenai masifnya eksploitasi sumber daya alam di Kalsel.

Setelah diskusi panjang mengenai kerusakan lingkungan yang masif di Kalsel, dilanjutkan dengan penentuan rute selanjutnya. Ya, sebelum ia mengakhiri perjalanan bersepeda ini di daerah kelahirannya yaitu Tabalong.

Robby berniat melakukan perjalanan melintasi kaki Pegunungan Meratus untuk melihat kearifan lokal dan keanekaragaman hayati yang tersimpan di Meratus.

BACA LAGI : Gawat, 335,88 Kilometer Sungai Kalsel Telah Menjelma Jadi Lubang Tambang

Robby ingin melihat fakta dan melakukan dokumentasi dalam perjalanan melintasi Pegunungan Meratus. Walaupun tidak semua rute yang ia lewati adalah pegunungan. Ini mengingat sulitnya medan yang akan dilalui.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono berpesan “Jaga keselamatan dalam perjalanan dan tetap berkabar Rob” ujarnya singkat kepada Robby.

Kisworo juga menambahkan bahwa perjuangan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus tetap terkoordinir, walaupun dengan cara dan media yang berbeda.

Ia optimistis jika gerakan ini saling terhubung dan terkoordinir, akan menjadi gerakan yang besar  dan mampu melawan segala bentuk upaya perusakan lingkungan di Kalimantan Selatan.

Perjalanan kembali dilanjutkan Robby dimulai dari kantor Walhi Kalsel menuju Tabalong, Jumat (20/3/2020) pukul 11.35 Wita dengan pelepasan kecil oleh Kisworo. Rencananya Robby akan singgah dan bermalam di Kabupaten Tapin.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.