ACT

Berusia 67 Tahun, Pengurus KKB Terus Lanjutkan Kiprah Pendahulu

0 62

KERUKUNAN Keluarga Bakumpai (KKB) menggelar syukuran HUT ke-67 di Sekteratriat KKB Pusat pada hari, Sabtu (22/2/2020) pagi.

DALAM menyemarakkan milad KKB digelar sejumlah fun game antar warga Bakumpai. Terlihat antusiasme diantara warga Bakumpai dalam mengikuti fun game ini. Meski kadang agak canggung, kegiatan ini berlangsung meriah.

Di usia ke 67 tahun tersebut, KKB berkomitmen memantapkan pelestarian bahasa suku dayak Bakumpai.

Suasana khidmat mewarnai prosesi syukuran. Doa bersama pun dimunajatkan dengan dipandu Ustad Mubarak yang juga warga suku Bakumpai dan pengurus KKB Pusat sebagai Kepala Bidang Keagamaan.

Selanjutnya, Ketua Umum (Ketum) KKB Pusat H Yuni Abdi Nur Sulaiman menandai syukuran ini dengan melakukan pemotongan nasi tumpeng. Potongan Pertama nasi tumpeng diberikan oleh ketum kepada Sekretaris KKB Pusat Mulyadi Rahman.

Ketua Umum KKB Pusat, H Yuni Abdi Nur Sulaiman, memotong tumpeng di acara milad KKB ke 67.

Kemudian, potongan nasi tumpeng kedua diberikan kepada Ketua Harian Khairuddin. Selanjutnya kepada Ustad Mubarak dan yang terakhir Ketua Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) KKB Pusat Aulia Yuni Abdi Nur Sulaiman.

Ketum KKB Pusat H Yuni Abdi Nur Sulaiman mengatakan sangat bersyukur organisasi Kerukunan Keluarga Bakumpai tetap eksis dan telah menjajaki usia 67 tahun.

H Yuni berharap mampu menjalankan amanah ayahnya mendiang H Abdussamad Sulaiman HB yang sebelumnya sebagai Ketum KKB Pusat.

Baca : Berusia Ke 67 Tahun, KKB Ingin Lebarkan Sayap Ke Luar Daerah

Selain itu, ia juga meminta kerjasama seluruh anggota KKB. Agar kiprah organisasi ini tetap eksis dan amal bakti sosial terus mengalir untuk masyarakat. Hal ini dikemukakannya, mengacu slogan KKB.

“Ije Lebo Itah Mandere Imbit Kan Bentok Itah Bagus,” tuturnya bahasa Bakumpai yang bermakna Bersama Kita Berhimpun, Bermusyawarah Kita Bagus .

Khusus di usia ke 67 KKB, ia berkomitmen ingin memantapkan pelestarian bahasa Suku Dayak Bakumpai. Menurutnya, hal tersebut merupakan kearifan lokal yang harus dipertahankan.

“Alhamdulillah kita sudah beberapa kali mencetak buku-buku kamus bahasa Bakumpai. Harapannya kita berbaur bermasyarakat secara nasional,” pungkas. (Jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.