ACT

Pasar Wangkang Marabahan Direvitalisasi

0 62

PASAR Marabahan Timur dan Pasar Ikan di Marabahan sudah  selesai direvitalisasi, dan sudah beroperasional seperti sedia kala. Kini, giliran Pasar Wangkang di tengah kota Marabahan yang akan direvitaslisasi berikutnya.

RENCANA revitalisasi Pasar Wangkang ini diungkapkan Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor, usai mengunjungi Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Kementrian Perdagangan (Kemendag) di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Dalam kunjungan itu, Wabup datang bersama Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Batola, Purkan, dan Kabid Perdagangan Surono. Kedatangan mereka diterima Direktur Sarana Distribusi dan Logistik (SDL) Kemendag Sihard Hadjopan Pohan dan staf. Tujuannya, mengajukan permohonan bantuan revitalisasi Pasar Wangkang melalui dana Tugas Pembantuan (TP).

Di kesempatan pertemuan tersebut Wabup juga menyerahkan proposal usulan biaya disertai draft rancangan bangunan yang direncanakan (DED).

Dalam proposal tersebut usulan pembangunan Pasar Wangkang ke depan bertipe D dengan besarnya biaya Rp 4,5 miliar, sesuai dengan luas lahan yang dimiliki hanya memenuhi tipe dimaksud.

Menurut Rahmadi, Batola telah banyak dibantu pusat dalam proyek revitalisasi pasar ini. Antara lain Pembangunan Pasar Baru Marabahan tahun 2012 dan Pasar Marabahan Timur tahun 2018. “Namun dari pembangunan yang telah dilaksanakan, ternyata masih terdapat yang harus dilakukan revitalisasi yakni Pasar Wangkang,” ujarnya.

Oleh karena itu, Rahmadi berharap bantuan dari Kemendag melalui Direktorat SDL untuk rencana revitalisasi tersebut dapat terliaisasi.

“Kebetulan visi pemerintahan sekarang salah satunya penataan kota dan revitalisasi pasar merupakan bagian dari penataan kota karena keberadaannya berada di ibukota kabupaten,” ucap Rahmadi.

Mantan anggota DPRD Batola dari Partai Golkar itu juga menerangkan, rencana pembangunan Pasar Wangkang ini sebenarnya sudah siap dilaksanakan mengingat lahannya sudah bersertifikat serta sudah terdapat DED yang pembuatannya berasal dari anggaran daerah.

Karenanya jika anggaran tersedia pada tahun ini, pihaknya siap melaksanakan walau pun anggarannya telah berjalan. Namun, jika hanya memungkinkan dikerjakan tahun depan, tentunya hal itu sangat dinantikan oleh para pedagang.

Direktur SDL Kemendag Sihard Hadjopan Pohan, papar Rahmadi, cukup memberi respon atas kehadiran Rahmadi dan rombongan. “Memang, pengajuan kita agak terlambat mengingat anggaran sudah berjalan. Namun, untuk tahun depan, pihaknya akan memprioritaskan rencana revitalisasi Pasar Wangkang,” katanya.

Terpisah, Kadiskoperindag Batola, Purkan, didampingi Kabid Perdagangan Surono mengatakan, rencana revitalisasi Pasar Wangkang di Jalan Kamboja Marabahan ini merupakan lanjutan dari yang terdahulu.

Dilaksanakannya revitalisasi ini, sebut dia, karena keberadaanya sudah tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini. Disamping desain bangunannya juga tidak cocok dengan karakteristik pedagang. Sehingga menyebabkan mereka banyak yang berjualan ke pinggir jalan, yang menyebabkan Jalan Kamboja tidak dapat berfungsi dengan layak.

“Kita berharap mengusulkan pembangunannya di tahun 2020 ini. Tapi kalau tidak memungkinkan, semoga di tahun 2021 bisa direalisasikan. Mudah-mudahan pihak Kemendag bisa membantu karena Batola tahun-tahun sebelumnya untuk revitalisasi pasar dari dana Tugas Pembantuan APBN dapat kita tepat waktu,” pungkas Purkan.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Almin Hatta

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.