ACT

Harga Lombok Masih Normal, Di Kisaran Rp 35 Ribu per Kg

0 24

MUSIM hujan jadi masalah di daerah lain. Tapi para petani sayur justru bersyukur. Pasalnya, tanaman sayur mereka tumbuh subur menghijau, siap dipanen di berbagai kawasan di daerah Pelaihari dan sekitarnya. Makanya, harga sayur di sejumlah pasar sejauh ini masih normal.

PANTAUAN jejakrekam.com Senin ( 13/1/2020) di kawasan pasar tradisional Pasar Sentral Antasari dan Pasar Teluk Dalam Banjarmasin, terlihat kesibukan para buruh angkut atau buruh pangkul menyambangi sejumlah mobil pickup yang membawa sayuran dari Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

BACA : Harga Cabe Rawit Sudah Tembus Rp 125 Per Kilogram

Terlihat berbagai macam jenis sayuran. Diantaranya kacang panjang, timun, dan lombok berbagai jenis seperti Lombok taji, lombok hijau, lombok merah, dan lombok pionir. Namun lombok perawit tidak terlihat, lantaran belum panen.

Salah satu pedang sayur  di Sentral Antasari, yakni Aulia Rahmadani, mengaku saat ini harga sayuran masih normal. “Yah, seperti biasanya kalau lagi masa panen,” ujarnya.

Aulia menjelaskan, lombok merah atau hijau ( lombok tiung) kisaran harganya Rp 30 ribu per kilogram. “Itu harga grosir (partai). Kalau harga jualan (eceran) Rp 33 ribu  hingga Rp 35 ribu per kilogram, tergantung kondisinya,” katanya. 

BACA JUGA : Daya Beli Masyarakat Rendah, Harga Sembako Malah Naik

Sedangkan jenis lombok pionir atau taji, kisaran harganya antara Rp 30 ribu hingga  Rp 33 ribu per kilogram. Sementara untuk cabe rawit jauh lebih mahal, mencapai Rp 45 ribu/kg. “Itupun kualitasnya kurang baik dan sulit didapat,” lanjutnya.

Para pedagang di kawasan Pasar Teluk Dalam membenarkan kalau sekarang harga sayuran normal  saja seperti hari-hari biasa. “Hanya  jenis lombok merah rawit harganya agak tinggi (mahal), dan jarang ada atau kosong,” kata pedagang bernama Siti Rahmah.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Almin Hatta

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.