ACT

Gerobak Foto Kilat di Era Revolusi Industri 4.0

0 39

TIDAK semua orang tahu, di zaman sekarang ini cuci cetak foto kilat hitam putih mungkin tidak banyak yang mengetahuinya, apalagi sekarang ini sudah di era revolusi industri 4.0 yang berdampingan dengan digitalisasi. 

DISAAT penyisiran jejakrekam menemukan salah satu orang yang dimaksud, yakni kakek yang berusia sekitar 78 tahun bernama Abdulah Sanusi warga Kelayan pada Rabu (08/01/2020). Dengan setia menanti orderan di jalan Niaga, disamping Kantor Pos Pusat, saat ditemui jejakrekam beliau sedang menunggu pelanggannya yang biasanya minta jasanya minta dicetakan foto secara cepat/kilat tetapi kebanyakan hanya berwarna hitam putih saja.  

BACA : Melawan Zaman Berubah, Merawat Eksistensi Kesenian Banjar Sinoman Hadrah

Awalnya kakek Abdulah enggan diwawancarai, dengan cara perlahan baru mau menceritakan persaingannya di revolusi industri 4.0 ini. Kata Abdulah awalnya beliau mulai menekuni perkerjaan ini semenjak berusia sekitar 18 tahun atau sejak tahun 1968an hingga sekarang ini.

Dijelaskannya alat-alat untuk mencetak photo hitam putih adalah kertas foto, alat pengukur dan kaca pembesar. Untuk penerangannya hanya menggunakan lampu yang tidak terlalu terang. 

Saat ditanya tentang pelanggan yang masih menggunakan jasanya, ucapnya sekarang sepi, tidak seperti dulu lagi era tahun 1975an. “Hingga tahun 1990an tadi masih ramai-ramainya. Dulu banyak gerobak seperti saya ini berjejer sepanjang jalan di pasar malam ini, kalau dihitung lebih dari 10 gerobak tetapi sekarang hanya tinggal saya aja lagi,” ungkap Abdulah.

BACA JUGA : Melawan Arus, Film Pangeran Antasari Tayang di Panggung Tipakan

“Tetapi saya masih mempertahankan usaha ini, walaupun era digital sekarang ini toh masih ada saja orang yang datang ketempat saya,” ujarnya.

Saat dilihat hasil cetaknya, masih bisa bersaing dengan photo studio lainnya. Akan tetapi untuk ukuran gambar sangat terbatas, diantaranya ukuran nya 2×3 cm, 2×4 cm dan 4×4 cm serta 3×4  cm. (jejakrekam

Penulis Sirajuddin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.