ACT

RSUD Ulin Sudah Overkapasitas, DPRD-YLK Kalsel Sepakat PJT Direlokasi ke Banjarbaru

0 546

KONDISI RSUD Ulin Banjarmasin yang sudah terlalu padat dengan keterbatasan ruang yang ada, pusat layanan jantung (PJT) pun disarankan agar direlokasi ke lokasi lain yang lebih representatif. Pilihan terbaiknya berada di Banjarbaru.

KETUA Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan HM Lutfi Saifuddin menegaskan jika PJT tetap dibangun di satu komplek di RSUD Ulin Banjarmasin, bakal berpengaruh terhadap operasional pelayanan.

“Kalau secara pribadi, saya berharap pembangunan PJT itu direlokasi ke daerah, bukan ditunda. Namun, pelayanannya tetap berada di bawah pengelolaan RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Lutfi Saifuddin kepada jejakrekam.com, Selasa (7/1/2020).

Ia menegaskan lokasi lahan milik Pemprov Kalsel dengan ukuran yang lebih luas dan bisa mengembangkan PJT, bisa dicari di luar komplek RSUD Ulin Banjarmasin.

BACA : Didesak Segera Tunda Bangun PJT, Direktur RSUD Ulin : Tahu Apa Mereka?

“Jadi, intinya bukan penundaan, tapi pemindahan lokasi saja. Memng, soal alternatif lokasi PJT belum dibahas secara resmi, namun usulan ini harus pula didengar,” ucap legislator Gerindra ini.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan, Dr Akhmad Murjani pun setuju dengan penundaan pembangunan PJT di RSUD Ulin dan harus direlokasi ke tempat lain.

“RSUD Ulin sudah overkapatitas, fasilitas parkir yang ada saja tidak memenuhi. Kenyamanan bagian dalam rumah sakit juga tidak tertata. Sebenarnya, tingkat kenyamanan bagi pasien di RSUD Ulin itu tidak sebanding dengan predikatnya yang bintang lima paripurna,” kritik Murjani.

BACA JUGA : PJT Tetap Dibangun di RSUD Ulin, Alasannya Pasien Jantung Banyak di Kalsel

Ini belum lagi, beber dia, soal sirkulasi dan suasana ketika pasien atau keluarga pasien ke RSUD Ulin Banjarmasin. Apalagi, jika nantinya dibangun PJT di rumah sakit tipe A milik Pemprov Kalsel itu.

“Seharusnya, pihak RSUD Ulin itu memikirkan bagaimana memecah arus pasien. Kalau dipaksakan tetap di RSUD Ulin, malah bikin kumuh dan memicu stress. Padahal, pasien pengindap penyakit jantung itu butuh ketenangan, bukan malah dihadapkan dengan kondisi yang tak nyaman seperti di RSUD Ulin,” kata Murjani.

BACA JUGA : Didesak Tunda Pembangunan PJT, Direktur RSUD Ulin Tetap Bergeming

Belajar dari RS Jantung Harapan Kita, Murjani mengatakan justru memisahkan dari rumah sakit yang ada. Sebab, menurut dia, penanganan pasien jantung itu butuh fasilitas khusus, bahkan poli pelayanannya pun tersendiri.

“Ya, pilihan terbaik bisa di Banjarbaru. Karena lokasi lahan yang ada di sana tersedia. Jangan memaksakan membangun PJT di RSUD Ulin, justru makin membuat rumah sakit terus overkapasitas. Seharusnya, pihak rumah sakit itu menata yang ada dulu,” cecar Murjani.

Dosen STIKES Cahaya Bangsa ini mengungkapkan selama ini, kenyamana pelayanan di RSUD Ulin dikeluhkan banyak orang. Ini belum lagi, kondisi Jalan Achmad Yani yang macet.

“Coba lihat, saat akhir pekan atau awal-awal bulan, parkir mobil dan sepeda motor di sana saja sudah padat. Ini belum lagi, akses masuk dan keluar dari rumah sakit juga tak teratur. Dibangunnya Ulin Tower ditambah lagi RSGM Gusti Hasan Aman juga membuat kawasan ini sangat padat,” kata Murjani.

BACA LAGI : Anggota BPRS Kalsel Desak Pembangunan PJT di RSUD Ulin Ditunda

Ia pun setuju dengan argumentasi anggota Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Kalsel Anang Rosadi Adenansi agar pembangunan PJT segera ditunda, dan lokasinya dipindah dari RSUD Ulin ke Banjarbaru.

“Seharusnya, pihak RSUD Ulin itu juga memikirkan tingkat kenyamanan pasien dan keluarga pasien, bukan malah menimbulkan masalah baru jika nanti dibangun PJT di sana. Lebih baik ditunda, atau dipindah ke lokasi lain,” tandas Murjani.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana/DIdi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.