ACT

Berduet di Pilgub Kalsel, Muhidin Akui Sudah Deal dengan Paman Birin

0 1.892

KETUA DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan H Muhidin mengakui sudah ada deal atau kesepakatan dengan Gubernur Sahbirin Noor yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kalsel untuk maju berpasangan di Pilgub 2020 mendatang.

“INSYA ALLAH, sudah ada kesepakatan. Saya sudah tawarkan diri bahwa siap menjadi pendamping Paman Birin (Gubernur Sahbirin Noor) sebagai calon wakil gubernur,” kata H Muhidin saat dikontak jejakrekam.com, Selasa (7/1/2020).

Mantan Walikota Banjarmasin ini mengatakan PAN sangat menyambut hangat jika bisa berkongsi dengan Partai Golkar, demi mengusung dirinya bersama Paman Birin di Pilgub Kalsel 2020.

BACA : Ada Koalisi Madinah? Paman Birin-Muhidin dan H Yuni-Fajar Dikabarkan Berduet

Bahkan, beber Muhidin, jika dirinya bisa menjadi calon wakil gubernur, maka bisa sepaket dengan putrinya Hj Karmila yang maju sebagai calon Walikota Banjarmasin berpasangan dengan Nurul Fajar Desira.

“Kalau saya menjadi calon bahkan terpilih misalkan menjadi wakil gubernur, tentu tidak mungkin saya tak membantu putri saya jika nantinya jadi walikota. Sebab, dana pembangunan di kota ini, butuh suntikan dana dari Pemprov Kalsel dan pemerintah pusat,” kata Muhidin.

Apalagi, menurut Muhidin, Partai Golkar hanya membuka penjaringan bakal calon Wakil Gubernur Kalsel, sehingga dirinya akan menyodorkan penawaran politik. “Karena Golkar akan mengusung Paman Birin sebagai calon Gubernur Kalsel, tentu saya akan tawarkan diri menjadi calon wakil gubernur mendampinginya,” ucap Muhidin.

BACA JUGA : Tanpa Koalisi, H Muhidin Pastikan PAN Tetap Usung Hj Karmila-Fajar Desira

Mantan Ketua DPW PBR Kalsel ini menegaskan dirinya sudah berhitung matang secara politik, termasuk mengkalkulasi siapa yang akan jadi penantang dirinya jika berduet dengan Paman Birin.

“Ya, kalau Denny Indrayana misalkan maju, sudah kita perhitungkan bagaimana caranya untuk bisa menang. Apalagi, dari survei, elektabilitas saya ternyata juga berada teratas sebagai calon wakil gubernur,” ucap Muhidin.

Menurut dia, rivalitas yang terjadi antaranya dirinya saat maju bersama Gusti Farid Hasan Aman dalam Pilgub Kalsel 2015, berhadapan dengan Paman Birin-Rudy Resnawan telah membuktikan ketatnya persaingan untuk perebutan suara pemilih.

“Insya Allah, ada kesepakatan (dengan Paman Birin). Tunggu saja,” pungkas Muhidin.

Terpisah, pengamat politik FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Pathurrahman menyebut jika Paman Birin berduet dengan Muhidin, justru akan mampu mendongkrak elektabilitas dan popularitas petahana.

Berdasar hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menempatkan H Muhidin lebih dipilih publik sebagai calon Wakil Gubernur Kalsel mendampingi Paman Birin dengan skor 11,9 persen.

BACA JUGA : Posisi Paman Birin Dinilai Masih Rawan

Muhidin mengalahkan elektabilitas Rudy Resnawan (Wagub Kalsel), HM Rosehan NB (anggota DPRD Kalsel), Mardani H Maming (Ketua DPD PDIP Kalsel), Habib Aboebakar Alhabsyi (anggota DPR RI dari PKS), Zairullah Azhar (Ketua DPW PKB Kalsel), Habib Abdurrahman Bahasyim (anggota DPD RI), Gusti Khairul Saleh (anggota DPR RI dari PAN), Abdul Wahid (Bupati HSU), hingga Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Di atas kertas, untuk sementara waktu ini, posisi Paman Birin sebagai petahana sulit ditandingi para pesaingnya. Apalagi, jika nantinya berpasangan dengan H Muhidin, tentu elektabilitasnya bisa terdongkrak naik, walau saat ini masih di bawah 50 persen,” kata Pathurrahman.

Menurut dia, koalisi besar yang dibangun Partai Golkar dan PAN akan membuat mesin partai lebih efektif berjalan di lapangan. Pathurrahman menyebut selama ini figur Paman Birin dipersepsikan didukung kelompok pebisnis, sedangkan Muhidin justru bisa menembus akar rumput.

“Nah, kalau Sahbirin-Muhidin dipermanenkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel di Pilgub 2020 nanti, maka visi-misi yang harus diangkat adalah peningkatan perekonomian lokal. Dalam periode pertama pemerintahan Sahbirin-Rudy Resnawan belum signifikan dalam sektor ini,” kata dosen ilmu pemerintahan FISIP ULM ini.

BACA LAGI : 26 Nama Cagub Disurvei, Kans Paman Birin Masih Tertinggi

Pathurrahman menegaskan figur yang dibutuhkan sekarang di Kalsel adalah pemimpin yang mampu membangkitkan kedaulatan ekonomi, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran masyarakat lokal.

“Masyarakat Kalsel sangat butuh lapangan kerja yang harus diserap lebih banyak. Ini tantangan bagi Kalsel, apalagi ke depan berdekatan dengan ibukota negara baru di Kalimantan Timur,” imbuh magister ilmu politik dan pemerintahan UGM Yogyakarta ini.(jejakrekam)

Penulis Asyikin/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.