ACT

DPRD Balangan Inginkan Penanganan Bencana Lebih Terarah dan Optimal

0 9

GUNA menyamakan langkah dan lebih terkoordinir dalam membantu korban kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Sungai Bali, Kecamatan Pulau Sebuku, Kotabaru,  Komisi III DPRD Kabupaten Balangan mengelar pertemuan bersama antara BPBD, Dinas Sosial serta organisasi sosial yang ada di Kabupaten Balangan, beberapa waktu lalu.

PERTEMUAN yang berlangsung di aula rapat lantai dua gedung DPRD Balangan ini, dipimpin langsung Ketua Komisi III  Erly Satriana dan dihadiri Kepala BPBD Balangan, Dinsos Balangan serta beberapa organisasi sosial kemasyarakatan seperti ACT, FPI, KNPI, Balangan Peduli, SBC dan beberapa organisasi lainnya.

Erly Satriana berharap, bantuan yang akan disalurkan baik itu dari pemerintah daerah atau masyarakat umum warga Balangan dibawah koordinasi agar lebih mudah dalam penyalurannya.

BACA: Gelar Apel, Sekwan DPRD Balangan Minta Jajarannya Makin Disiplin

“Beberapa lembaga sosial yang terlibat untuk membantu musibah di Kabupaten Kotabaru, diharapkan menjadi satu dalam koordinator oleh BPBD Balangan. Sehingga penyaluran bantuan atas nama kabupaten yang berasal dari organisasi sosial dan Pemkab Balangan,” harapnya.

Hal tersebut tentunya juga disetujui oleh beberapa organisasi sosial yang terlibat. Mereka bersedia menjadi satu dan menginformasikan setiap bantuan kepada BPBD Balangan untuk korban kebakaran. Begitupun nantinya saat penyaluran yang bisa saja diwakilkan.

Kepala BPBD Kabupaten Balangan, Alive Yoesfah Love menyampaikan, jika pihaknya dan Dinsos Kabupaten Balangan sudah melakukan koordinasi untuk kegiatan sosial. Terlebih adanya surat edaran dari Gubernur Kalsel mengenai memberikan bantuan dana untuk wilayah yang terkena bencana, baik itu tingkat kabupaten maupun provinsi.

BACA JUGA: Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Balangan Gelar Reses

“Ke depan, momentum kebersamaan ini perlu ada hal yang mengaturnya menjadi satu pintu. Entah melalui Perda dan aturan lainnya tentang penyaluran dana bantuan. Sehingga seluruh organisasi yang ada di Balangan harus taat pada aturan tersebut,” jelas Alive.

Tentunya, usulan satu pintu dalam penyaluran dana juga dapat persetujuan dari organisasi sosial. Sebagaimana yang diutarakan oleh koordinator Balangan Peduli, Rusdin Barhiwan.

Ia mengatakan, karena banyak organisasi sosial yang bergerak untuk membantu dan menyalurkan dana, maka perlu adanya koordinator untuk menyatukan. Lantas, keberadaan BPBD Kabupaten Balangan pun diharapkan bisa menjadi jalur dan koordinator setiap bantuan yang tersalur.

Sebelumnya, sejumlah aksi penggalangan dana dilakukan di pinggiran Jalan A Yani, Paringin,  baik itu dari organisasi atau lembaga sosial maupun BPBD Kabupaten Balangan. Sumbangan itu juga dibuka bukan hanya penggalangan dana, melainkan makanan atau pakaian dan kebutuhan lain.

Aksi penggalangan dana tersebut dilakukan secara bersamaan. Beberapa kelompok menjadi satu untuk membantu korban kebakaran, begitupun para pegawai BPBD Kabupaten Balangan yang juga ikut terjun untuk penggalangan dana di jalan.(jejakrekam)

Penulis Gian
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.