ACT

Turut Entaskan Kemiskinan, ACT Terima Penghargaan dari Pemerintah NTB

0 12

AKSI Cepat Tanggap (ACT) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi NTB atas keikutsertaan dalam menanggulangi angka kemiskinan di NTB. Penghargaan diberikan dalam acara yang bertemakan “Menuju Angka Kemiskinan Satu Digit melalui Sinergi Penguatan Kemitraan”.

ACARA yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya pada Kamis (28/11/2019) lalu ini, turut hadir Sitti Rohmi Djalilah selaku Wakil Gubernur NTB, Pimpinan OPD Pemprov, Wakil Bupati/Wakil Walikota se-NTB, BUMD, Swasta, Lembawa Swadaya Masyarakat (LSM/NGO), dan tokoh masyarakat NTB.

Dalam pemaparannya, Sitti menjelaskan pola pikir masyarakat dalam memandang kemiskinan menjadi penting untuk menyelesaikan kemiskinan itu sendiri. Untuk mengubah pola pikir ini, diperlukan usaha optimal dari berbagai pihak.

BACA: Satu Ton Beras Untuk Cukupi Pangan Pesantren Di Padang

“Perubahan mendasar untuk mengentaskan kemiskinan adalah perubahan pola pikir masyarakat dan pemerintah serta seluruh stakeholder. Kemiskinan haruslah menjadi status yang tidak membanggakan, bukan status yg menguntungkan untuk mendapatkan aliran bantuan. Sehingga, hal tersebut memacu kita semua untuk keluar dari status itu. Usaha ini tentu usaha yang luar biasa, sehingga butuh sinergi seluruh pihak termasuk NGO,” ujar Sitti.

Wakil Gubernur NTB menyatakan, pola pikir masyarakat dalam memandang kemiskinan menjadi penting untuk menyelesaikan kemiskinan itu sendiri. (ACTNews)

Muhammad Alfian selaku Kepala Cabang ACT NTB mengamini pemaparan Sitti. Kemiskinan sebagai bencana laten bukanlah tanggung jawab perseorangan maupun kelompok saja, tetapi dari berbagai kalangan. Dalam kesempatan itu juga, Alfian merasa bersyukur dengan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah NTB.

“Adanya penghargaan yang diberikan Pemerintah kepada ACT merupakan pengakuan terhadap eksistensi NGO sebagai mitra pemerintah yang strategis dalam melaksanakan tujuan bersama mengentaskan kemiskinan. Bagi ACT, ini menjadi semangat dan tantangan untuk terus membersamai masyarakat NTB untuk bergerak bersama membangun ke arah yang lebih baik,” jelas Alfian.

Laporan dari BeritaSatu menyatakan, angka kemiskinan di NTB memang menurun pada 2019. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 mencapai 14,56 persen. Angka ini menurun 0,07 persen (14,63) dibanding September 2018. Pemerintah NTB merespons laporan BPS tersebut dengan menyebut bahwa NTB selama ini memang tetap konsen pada upaya-upaya untuk menurunkan angka kemiskinan.(jejakrekam)

Penulis Adi Achmad (ACT)
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.