ACT

Disuntik Dana Rp 15 Miliar, Tahun Depan Proyek Jembatan Kembar Sulawesi Dilanjutkan

0 89

REALISASI pembangunan model Jembatan Kembar Sulawesi akan terwujud pada 2020 mendatang. Jembatan yang membentang di atas Sungai Kuin dan menghubungkan Jalan Masjid Jami dan Jalan Sulawesi, akan dibangun pada tahun depan dengan dana Rp 15 miliar.

UNTUK satu buah jembatan model konstruksi melengkung di atas sungai penghubung kawasan Antasan Kecil Timur dan Barat itu telah rampung pada awal 2017 silam. Menelan dan Rp 8,5 miliar, Jembatan Sulawesi ini pun akan menggantikan jembatan kayu ulin yang direncanakan dibangun model kembar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengakui untuk pembangunan Jembatan Sulawesi terkendala masalah pembebasan lahan.

“Proyek ini sudah terhenti selama tiga tahun. Insya Allah, tahun depan akan dilanjutkan lagi dengan dana Rp 15 miliar yang telah disetujui dalam APBD tahun anggaran 2020,” ucap Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Arifin Noor kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, saat menghadiri Jalan Santai dan Donor Darah  Hari Bakti PUPR di Titik Nol Kilometer Banjarmasin, Sabtu (30/12/2019).

BACA : Oprit Jembatan Sulawesi Dibebaskan, Pemilik Mulai Bongkar Bangunan

Menurut dia, konsep jembatan kembar bisa direalisasikan di kawasan yang menghubungkan Antasan Kecil Timur/Sungai Jingah dengan Pasar Lama dan Antasan Kecil Barat itu.

Arifin Noor menyebut pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Sulawesi II sudah beres, sehingga tidak ada alasan lagi untuk menundanya.

BACA JUGA : Konsep Jembatan Kembar Sulawesi Dilanjutkan Tahun Depan

Ia mengatakan keberadaan Jembatan Sulawesi sangat vital, karena arus transportasi atau lalu lintas di kawasan itu semakin padat.

Menurut Arifin, nantinya berbarengan dengan pembangunan Jembatan Sulawesi II, akan dilakukan penataan kawasan Jalan Sulawesi dan Masjid Jami yang sudah cukup padat. Terutama, saat berada di perempatan kawasan oprit. Terlebih lagi, saat ada pengajian rutin khususnya Guru Zuhdi (KH Ahmad Zuhdiannor) di Masjid Jami Sungai Jingah.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.