ACT

Didominasi Pengusaha, Bestprofit Banjarmasin Tumbuh Positif

0 28

PT BESTPROFIT Future (BPF) Cabang Banjarmasin mengklaim nasabah di Kalimantan Selatan untuk produk investasi berjangka, masih didominasi segmen profesional dan pengusaha.

PIMPINAN Cabang BPF Banjarmasin, Adriyanto Papuke saat menggelar konferensi pers kinerja kuartal III dan media training Locogold, Kamis (28/11/2019), di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin mengataka sepanjang Januari hingga September 2019, PT Bestprofit mengantongi pertumbuhan volume transaksi sebesar 7,39%, menjadi 52,336 lot dibandingkan hingga akhir September 2018 sebanyak 48.735 lot..

Menurut dia, untuk Produk Locogold masih mendominasi portfolio dari pilihan investasi nasabah. Bukan tanpa sebab, masyarakat Banjarmasin lebih awam dengan emas. Selain itu, tren Locogold di pasar global juga sedang naik.

BACA: Apindo Kalsel Berikan Dukungan Bagi Pengusaha Dalam Menyelesaikan Perkara

“Dari sisi umur rata-rata di atas usia 35 tahun keatas, sementara untuk gender mayoritas masih laki-laki. Kalsel sendiri merupakan wilayah menjanjikan untuk para nasabah disektor perdagangan berjangka komoditi,” tambahnya.

Khusus Banjarmasin mengalami peningkatan rata-rata di atas 5% di setiap tahun. Kondisi ini berimbas positif terhadap berkembangnya para pengusaha baru maupun tingkat pendapatan masyarakat, terutama di pusat kota.

“Target wilayah prospek kami hampir mencakup seluruh wilayah Kalsel. Kami fokus pada kantong-kantong wilayah potensial, seperti Kotabaru, Banjar, Tabalong dan kota lainnya,”terangnya.

Dalam membidik nasabah, tim broker dan wakil pialang berjangka BPF dibekali pengetahuan Know Your Customer dengan kemampuan finansial dan pengetahuannya diperdagangan berjangka. Dengan fokus pada kualitas profil dan pelayanan, kami berharap tingkat kepuasan nasabah bisa mencapai 80% lebih dan mereka bisa menjadi duta BPF untuk merekomendasikan kami kepada calon nasabah lain.

“Target kami, dalam lima tahun ke depan adalah menjadi kantor cabang terbaik dari sisi pertumbuhan nasabah baru dan volume transaksi dengan pertumbuhan di atas 20%,” tandasnya.

Adapun secara nasional, PT BPF membukukan total volume transaksi sebesar 830.395 lot atau naik 42,16% pada kuartal III tahun 2019 dibandingkan tahun lalu pada posisi yang sama. Volume transaksi bilateral masih menjadi katalis utama sebesar 757.097 lot atau memberikan kontribusi sebesar 91,17% dari total volume transaksi dibandingkan multilateral sebesar 73.298 lot atau hanya menopang sebesar 8,82%.

“Seluruh pencapaian ini cukup memuaskan. Kami yakin  sampai akhir tahun kinerja BPF akan melesat sesuai ekspektasi. Tentunya, semua berkat kerjasama dan dukungan dari para karyawan, nasabah dan stakeholder,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.