ACT

Ketua DPC Gerindra Banjarmasin Sebut Ingin Usung H Sam’ani di Pilwali

0 153

NAMA H Sam’ani mulai mengemuka. Mantan calon legislatif (caleg) Partai Gerindra DPRD Kalimantan Selatan pada Pemilu 2019 ini disebut-sebut figur yang akan diusung parpol besutan Prabowo Subianto dalam perhelatan pemilihan Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin 2020 mendatang.

KETUA DPC Partai Gerindra Kota Banjarmasin HM Yamin mengakui berdasar kesepakatan awal, nama H Sam’ani, seorang pengusaha dan kader Gerindra akan didorong untuk maju mencalon walikota.

“Memang dalam Pemilu 2019 lalu, H Sam’ani kalah suara dengan HM Lutfi Saifuddin dalam perebutan kursi DPRD Kalimantan Selatan di dapil Kalsel 1 (Banjarmasin). Namun, kami berkeinginan untuk mengusungnya sebagai calon walikota,” ucap HM Yamin kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Jumat (8/11/2019).

BACA : Pilwali Banjarmasin 2020, Habib Alwi Lamar PPP

Lantas mengapa Partai Gerindra membuka penjaringan bakal calon walikota-walikota yang sudah menerima lamaran beberapa figur? Yamin beralasan hal itu sesuai keputusan hasil rapat pimpinan daerah (Rapimda) Gerindra se-Kalsel di Amuntai, beberapa waktu lalu. Ia memastikan semua nama yang masuk, termasuk H Sam’ani akan diusulkan ke DPD Partai Gerindra Kalsel untuk disaring dan dipilih.

“Tetap, semua nama yang melamar ke Gerindra akan kami serahkan ke DPD Partai Gerindra Kalsel. Silakan nanti dipilih partai. Yang pasti, kami memang dari awal mengusulkan nama H Sam’ani,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin ini.

BACA JUGA : Usai PKS, Ketua LPJK Kalsel Subhan Syarief Merapat ke Gerindra

Dengan enam kursi di DPRD Banjarmasin, Yamin mengatakan kini tinggal Partai Gerindra menggalang kongsi politik dengan parpol lain. Menurut dia, siapa yang akan diusung juga berdasar kesepakatan dengan mitra politik di Pilwali Banjarmasin 2020.

Pertimbangan Yamin juga berdasar pada ongkos politik, terutama dalam membentuk jaringan relawan dan mesin parpol. Menurut dia, para kandidat tentu harus punya finansial yang cukup untuk mempromosikan diri, tanpa harus mengandalkan mesin partai sepenuhnya.

“Contohnya, misalkan kandidat itu punya dana Rp 5 miliar. Tentu, dia yang akan mengelolanya, seperti itu pemasangan baliho, iklan, serta lainnya. Tak bisa dipungkiri, biaya politik dalam pilkada ini cukup besar, makanya para kandidat tentu harus mempertimbangkan masalah itu,” tutur Yamin.

BACA JUGA : Angkat ‘Abah’, H Abidin Beri Sinyal Gerindra Dukung Denny Indrayana

Ia menepis jika Gerindra memasang tarif untuk menjadi parpol pengusung. Menurut dia, dana kampanye itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab para kandidat, sedangkan parpol akan turut membantu dalam memenangkanya. “Faktor semacam ini harus jadi pertimbangan bagi para calon untuk maju dalam Pilwali Banjarmasin 2020 mendatang,” imbuh politisi muda Gerindra itu.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Banjarmasin Hilyah Aulia mengakui untuk sementara ini, baru ada empat nama yang mengambil formulir pendaftaran. Yakni, di posisi bakal calon Walikota Banjarmasin terdapat nama Habib Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua, anggota DPD RI serta Sekretaris Sekjen Jokowi Kalsel, Sri Naida yang juga politisi PDI Perjuangan.

BACA JUGA : Pilwali Banjarmasin 2020, Zainuddin Djahrie Wait and See

“Sedangkan, untuk formulir bakal calon walikota telah diambil kader PKB sendiri yakni Sayyid Alwi Al Nafis serta anggota DPRD Banjarmasin, Nanang Riduan. Yang pasti, kami membuka masa penjaringan ini hingga Desember nanti. Jadi, silakan saja yang ingin mendaftarkan diri ke PKB,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Banjarmasin ini.(jejakrekam)

 

 

Penulis Rikcy Fahriza
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.