ACT

Tak Satu pun Anggota Dewan Kalsel Temui Pengunjuk Rasa Aksi Bela Ulama

0 204

AKSI damai bela ulama di Kalsel yang disampaikan puluhan massa di depan kantor DPRD Kalsel,  Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Jumat (8/11/2019). Mereka menuntut  tiga poin penting untuk disikapi serius para wakil rakyat di DPRD Kalsel disampaikan ke pemerintah pusat.

TIGA poin itu, pertama: jangan meradikalkan para ulama. Kedua: mendengarkan suara-suara aspirasi mahasiswa. Ketiga: berhenti kriminalisasi bendera tauhid. Namun, penyampaian aspirasi yang dikawal aparat kepolisian ini, tidak dihadiri satu pun wakil rakyat di DPRD Kalsel, karena semua anggota dewan dan empat pimpinan sedang keluar daerah.

Orator aksi Habibi Mustafa Soleh mengatakan, tidak masalah jika tidak satu pun anggota DPRD Kalsel yang ada saat itu. Yang jelas mereka sudah berusaha menyampaikan aspirasi dengan damai. “Legowo saja. Tidak ada yang dikecewakan. Yang penting usaha harus tetap jalan,” kata Habibi, dengan semangat.

Sementara itu, aksi massa usai shalat Jumat ini pun mendapat pengawalan cukup ketat aparat kepolisian. Bahkan, satu unit mobil taktis diterjunkan Direktorat Sabhara Polda Kalsel untuk mengamankan jalannya aksi.

BACA : Ramai-Ramai Komisi Kunker, Gedung DPRD Kalsel Ditinggal Pergi

Puluhan massa yang terdiri dari mahasiswa dan tokoh masyarakat serta ulama ini, tetap tertib mendengarkan orasi dari yang disampaikan Habibi Mustafa Soleh, yang menyebutkan awal dikenalnya bendera tauhid di Indonesia memang identik dengan HTI. Namun, terlepas dari itu, bendera tauhid adalah panji dari Rasulullah.

Sekretaris DPRD Kalsel AM Rozaniansyah membenarkan jika para wakil rakyat sedang tidak ada di tempat. Anggota dewan sedang melaksanalam kunjungan komisi di Jakarta. “Empat komisi sedang melaksanakan kunjungan kerja,” kata Rozaniansyah.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto mengatakan, aksi berlangsung damai tanpa ada aksi-aksi anarkis. “Alhamdulillah aksi berjalan damai. Saya juga ikut mengawal jalan kaki dari titik kumpul,” kata Kombes Pol Sumarto.

Usai menyampaikan orasi, massa yang juga dilengkapi bendera tauhid langsung membubarkan diri, dipandu mobil komando dengan pelantang suara dalam aksi itu.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Andi Oktaviani

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.