ACT

Saat Jam Sibuk, Akses Lalu Lintas Kawasan Kayutangi Terancam Terkunci

0 175

POROS jalan utama Kayutangi tepatnya Jalan Brigjen H Hasan Basry dinilai sudah terlalu padat. Bahkan, tingkat kepadatan mencapai lock atau terkunci, ketika volume kendaraan bermotor tak sebanding dengan lebar jalan.

KONDISI ini dipicu karena Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi merupakan akses penghubung dalam kota dengan luar kota, terutama Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan akses ke Kota Marabahan, ibukota Kabupaten Barito Kuala dan Kuala Kapuas dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Pemerhati perkotaan, Muhammad Reza Hikmatullah mengatakan perlu sekali membuka jalur alternatif untuk bisa mengurai kemacetan di kawasan Kayutangi, tepatnya di depan kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan SMKN 2 dan 4 Banjarmasin.

Menurut Reza, pada jam-jam sibuk atau padat seperti jam pulang kerja atau sekolah, di atas pukul 16.30 Wita, hampir satu jam di kawasan Kayutangi terjadi kemacetan cukup parah.

BACA : Solusi Mengurai Macet Jalan Brigjen Hasan Basry, Kayutangi

“Ini karena, ruas Jalan Brigjen H Hasan Basry merupakan akses satu-satnya bagi pengguna jalan, terutama pada saat jam pulang kerja kantoran baik pemerintah maupun swasta yang bersamaan dengan jam pulang sekolah,” urai mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini kepada jejakrekam.com, Kamis (7/11/2019).

Ini karena di kawasan Kayutangi berdiri sekolah-sekolah yang memiliki siswa terbanyak seperti SMKN 2 dan SMKN 4 Banjarmasin, belum ditambah citivitas ULM dan kampus lainnya. “Akhirnya, karena masing-masing menggunakan kendaraan pribadi, menumpuk di kawasan Kayutangi,” tuturnya.

BACA JUGA : Picu Stress Tinggi, Fenomena Leher Botol Bakal Terjadi di Kayutangi Ujung

Reza mencontohkan saat laju kendaraan bermotor keluar dari pintu keluar kampus ULM, ternyata U-tun atau belokan yang ada telah ditutup.

Menurut Reza, perlu solusi konkret dan evaluasi bersama dalam penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Kayutangi, khususnya para pemangku kebijakan seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Dishub Provinsi Kalsel serta jajaran Satlantas Polresta Banjarmasin dan Ditlantas Polda Kalsel.

“Jangan masalah kemacetan ini dibiarkan begitu saja. Ini jelas akan memicu konflik di jalan serta meningkatkan tingkat stress bagi pengguna jalan, tanpa ada solusi cepat,” tutur Reza.

Mantan aktivis mahasiswa ini mengatakan jika masalah ini terus diabaikan tanpa solusi, maka akan mengganggu produktivitas kerja karyawan dan efiesiensi waktu bagi para mahasiswa dan pelajar.

“Seharusnya, U-turn di depan pintu keluar kampus ULM atau depan Samsat Banjarmasin 2 itu harus segera dibuka. Jadi, para pengguna jalan dari kampus ULM bisa langsung lurus ke luar, tak lagi berbelok di depan SMKN 4 Banjarmasin,” kata Reza.

BACA JUGA : Macet Parah Di Kawasan Kayutangi Bikin Pengguna Jalan Kesal

Menurut dia, perlu juga ditempatkan petugas Dishub atau polantas untuk mengatur pada jam-jam sibuk atau padat, bukan menyerahkan masalah itu kepada para relawan pengatur lalu lintas.

“Sebaiknya, U-turn atau belokan di depan kampsu ULM itu dibuka dengan waktu fleksibel dari pukul 16.00-18.00 Wita. Karena waktu itu, waktu pulang bersamaan antara mahasiswa, para dosen dan masyarakat ULM, termasuk pegawai kantoran, swasta dan pelajar,” kata Reza.

Menurutnya, pihak kampsu ULM juga bisa berkoordinasi dengan rukun tetangga atau warga komplek perumahan di sebelah kanan dan kiri kampus agar diizinkan akses keluar atau jalur alternatif, agar tidak menumpuk di satu titik saja.

“Akses keluar itu bisa melalui kawasan Awang atau daerah Kuin/Pangeran serta Komplek Kayutangi 2, karena wilayah itu bisa mengurangi kepadatan kendaraan,” tuturnya.

Dengan begitu, menurut dia, di kawasan itu juga banyak berdiri kos-kosan mahasiswa, sehingga mereka tidak lagi mengakses ke jalur utama atau jalan raya Kayutangi.

Reza hakkul yakin penumpukan yang memicu kemacetan di depan U-turn depan Balai Besar POM Banjarmasin dan SMKN 4 Banjarmasin bisa berkurang dengan menutup belokan itu. “Selama ini, semua akses keluar dan masuk melalui belokan atau putar balik melewati U-turn tersebut,” tuturnya.

BACA LAGI : Atasi Kemacetan Ruas A Yani, Jalan Kolonel Sugiono Dipasang Separator

Reza juga mengusulkan agar jam pulang kampus bisa dipercepat, atau sebaliknya jam pulang sekolah di SMKN 4 dan SMKN 2 Banjarmasin bisa pula dilakukan hal serupa, agar tidak berbarengan waktunya.

“Kemacetan juga terjadi akibat para orangtua yang menjemput anaknya di sekolah, memarkirkan kendaraan bermotor di tepi jalan, sehingga mempersempit akses badan jalan. Ini perlu dipikirkan pengambil kebijakan dalam mengatur lalu lintas di kawasan Kayutangi, dan jangan dibiarkan tanpa solusi,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.