ACT

Ketua DPRD Pastikan Proyek RSUD PJS Kotabaru Dilanjutkan Lagi

0 201

ALASAN anggaran pemerintah daerah terbatas membuat lanjutan penggarapan bangunan baru RSUD Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru, mangkrak. Apalagi, dibutuhkan cukup jumbo mencapai Rp 300 miliar untuk menuntaskan megaproyek itu.

KETUA DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis mengungkapkan sebenarnya megaproyek RSUD PJS Kotabaru di Desa Stagen, Pulau Laut Utara itu tidak mangkrak.

“Pembangunan rumah sakit baru tetap dilanjutkan. Tapi pembangunan dilakukan secara bertahap, mengingat agar di APBD sangat terbatas,” ucap Syairi Mukhlis saat dikontak jejakrekam.com, Minggu (3/11/2019).

Bangunan bertingkat dan megah di Desa Stagen yang berada di poros Jalan Nasional Kotabaru dekat kawasan Bandara Gusti Syamsir Kotabaru itu merupakan lokasi baru. Ini dikarenakan kondisi bangunan rumah sakit yang lama di Jalan Brigjen H Hasan Basri, Semayap, Kotabaru, tak bisa lagi dikembangkan akibat keterbatasan lahan.

BACA : Hormati Raja I Pulau Laut, RSUD Kotabaru Berganti Nama Pangeran Jaya Sumitra

“Saat ini saja, pembangunan RS itu sudah menghabiskan dana Rp 300 miliar. Untuk tahun depan, kami di DPRD Kotabaru bersama pemerintah kabupaten akan membahas alokasi anggaran bagi kelanjutan pembangunan RSUD PJS Kotabaru itu,” ucap legislator PDI Perjuangan ini.

Menurut Syairi, masih banyak dana yang digunakan untuk menuntaskan pembangunan rumah sakit demi meningkatkan status RSUD PJS Kotabaru dari tipe C ke tipe B. “Ini belum lagi, di lokasi baru itu harus dibangun ruangan-ruangan baru dan fasilitas lainnya. Karena, anggaran di APBD Kotabaru terbatas, tentu kami perlu menghitung skala prioritas, sehingga dana yang ada harus dibagi-bagi untuk proyek fisik lainnya,” tuturnya.

BACA JUGA : BPRS Prihatin Sudah 8 Tahun Gedung RSUD PJS Kotabaru Terbengkalai

Syairi menegaskan terpenting adalah penuntasan pembangunan RSUD PJS Kotabaru di lokasi baru itu bisa rampung 100 persen. “Yang pasti, DPRD Kotabaru terus mendorong agar Bupati Sayed Jafar Alaydrus dan Wabup Burhanuddin bisa mewujudkan visi-misinya. Salah satunya menuntaskan proyek fisik seperti RSUD PJS Kotabaru di Desa Stagen itu,” tegas Syairi.

Menariknya, tak hanya megaproyek rumah sakit yang mangkrak. Akibat defisit anggaran di Kotabaru, pembangunan komplek perkantoran di Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara sudah terhenti. Padahal, kawasan itu akan disulap jadi kawasan pemerintahan kabupaten dengan berdirinya bangunan Kantor Bupati, DPRD Kotabaru, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

BACA JUGA : Bangunan Lama RSUD PJS Kotabaru Tak Bisa Diperluas Lagi

Terpisah, anggota Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Kalimantan Selatan, Anang Rosadi Adenansi berharap agar perhatian serius dari pemerintah daerah agar menuntaskan proyek RSUD PJS Kotabaru.

“Semakin lama proyek ini mangkrak, tentu akan menimbulkan asumsi negatif bagi pemerintah daerah. Tentunya, kami juga berharap Pemprov Kalsel juga bisa turun tangan membantu Pemkab Kotabaru,” imbuh Anang Rosadi.(jejakrekam)

 

 

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.