ACT

Punya Pangsa Pasar Sendiri, Bisnis Bibit Parfum Sangat Menjanjikan

0 176

GERAI penjualan bibit parfum eceran menjamur di Kota Banjarmasin. Bisnis wangi-wangian ini seakan menjanjikan, terlebih lagi dengan tradisi masyarakat Banjarmasin yang kaya dengan ritual keagamaan.

SEJUMLAH pedagang besar parfum pun melebarkan sayap dengan mendirikan gerai-gerai mini, menyapa khalayak ramai. Salah satunya, Ami Awad menggeluti bisnis itu cukup lama dengan berbagai cabang atau gerai mininya.

“Angka penjualan parfum bisa naik turun. Namun, kebanyakan masih datar, artinya permintaan minyak wangi berbagai merek dan jenis cukup tinggi di Banjarmasin. Terutama lagi, saat ini memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, permintaan parfum cukup tinggi,” ucap pemilik gerai Ami Awad di Pasar Baru, Sayyid Muhammad kepada jejakrekam.com, Kamis (31/10/2019).

Menurut Sayyid Muhammad, sejak 1970-an bisnis wangi-wangian dengan mendatangkan bibit parfum dari Jakarta dan Surabaya sudah digeluti, turut mendatangkan untung yang cukup menggiurkan.

BACA : Medsos Masih Lelet, Pelaku Usaha Online Menanggung Rugi

“Sekarang ini zamannya online, makanya kami pun merambah bisnis daring untuk penjualan minyak wangi yang halal. Kebanyakan kami datangkan bibit parfum ini dari Arab Saudi, Timur Tengah dan beberapa negara Asia lainnya. Ya, intinya parfum itu aman untuk dibawa shalat,” tutur Sayyid Muhammad.

Menurut dia, di masyarakat Banjarmasin, memang sangat gemar dengan wewangian, sehingga bisnis parfum sangat menjanjikan. Apalagi, ketika bulan-bulan berisi peringatan hari besar keagamaan, seperti Rabiul Awal, Rajab, Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah. “Jadi, pangsa pasarnya jelas. Makanya, kami menyediakan minyak harum yang berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Sayyid Muhammad.

Sebelas duabelas dengan Irwansyah. Pemilik toko parfum Aneka di Pasar Baru ini mengakui ada peningkatan omzet penjualan saat memasuki bulan Rabiul Awal seperti sekarang.

“Menggunakan wangi-wangian ini sangat erat dengan sunah Rasulullah SAW. Ini belum lagi, saat pembacaan syair Maulid Nabi Muhammad SAW juga diisi dengan berbagi wewangian, makanya saat sekarang cukup tinggi permintaan terhadap parfum,” kata Irwansyah.

BACA JUGA : Jelang Lebaran Idul Fitri, Kawasan Pasar Sudimampir Raya dan Pasar Baru Disesaki Pengunjung

Menariknya, para pedagang eceran asal Kerengpangi, Kabupaten Katingan pun mengambil bibit minyak wangi dari pusat parfum yang ada di Pasar Baru. Menurut Noor Hasanah, setiap setengah bulan sekali, dirinya datang ke Banjarmasin untuk membeli bibit minyak wangi untuk dijual di Pasar Kerengpangi.

“Kebanyakan pembeli di Kerengpangi menyenangi parfum yang asli tidak bercampur alkohol. Walaupun harganya sedikit tinggi, namun tetap banyak yang mencari,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.