ACT

Bantuan ACT dan PANDI untuk Masyarakat Terdampak Asap Karhutla di Kalsel

28

SUPIAN (62 tahun) itu tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya saat tim ACT-MRI Kalsel datang mengantarkan paket bantuan pangan untuknya dan 49 warga lain di Desa Karang Bulan, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (11/10/2019) lalu. “Selama kebakaran lahan, Saya sangat sering menghirup asap, saat malam juga susah tidur, tidak nyenyak karena rasa sesak di dada,” kata Supian.

KEDATANGAN tim ACT-MRI Kalsel memang dalam rangka respon terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan masih melanda Kalimantan Selatan. Desa Karang Bulan menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah hingga pekan kedua Oktober.

Supian mengingat kembali kejadian terparah yang pernah Ia alami. Supian pernah terkepung api. “Saya berusaha memadamkan sendirian menggunakan alat seadanya, seperti alat penyemprot hama tapi tetap tidak padam, tuturnya. Terima Kasih ACT, sudah membantu kami,” ucap Supian.

Selain mendapatkan paket pangan, warga juga mengikuti layanan kesehatan gratis. Penerima manfaat sendiri berasal dari 6 desa di Kecamatan Kalumpang, yaitu Desa Kalumpang, Desa Balantih, Desa Karang Bulan, Desa Bagu Tanggul, Desa Balimau, dan Desa Karang Paci.

Kegiatan berlangsung di halaman kantor Desa Karang Bulan dan dihadiri oleh Camat Kalumpang H Syamsuddin serta Kepala Desa Karang Bulan Abdullah.

“Terima kasih atas kepedulian yang diberikan untuk warga kami, paket pangan dan konsultasi layanan kesehatan yang diberikan ini sangat bermanfaat untuk warga,” ucapnya.

Koordinator program ACT Kalsel M Budi Rahman Wahid menjelaskan, bantuan yang diberikan merupakan amanah dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), organisasi nirlaba yang dibentuk tahun 2006 oleh Pemerintah Republik Indonesia bersama komunitas internet Indonesia. “PANDI melalui ACT ingin hadir menunjukkan rasa kepeduliannya untuk warga terdampak asap akibat karhutla, khususnya di Kalimantan Selatan,” terangnya.

Budi menyampaikan, meskipun kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan sudah berkurang, namun dampak paparan asap harusnya menjadi perhatian semua pihak. “Insya Allah, ACT masih hadir dengan program-program pemulihan, yaitu pembagian nutrisi dan paket pangan serta aksi cuci hidung,” ucap Budi.

Budi berharap dengan aksi-aksi tersebut masyarakat jadi lebih memahami bagaimana penanganan pasca bencana asap yang setiap tahun melanda Kalimantan Selatan.(jejakrekam)

Penulis Sultan Hasan-ACT Kalsel
Editor Andi Oktaviani

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.