ACT

Dana Riset Rp 20 Miliar, ULM Miliki Guru Besar Manajemen Pendidikan

0 236

UNIVERSITAS Lambung Mangkurat (ULM) kembali menambah guru besar. Prof Aslamiyah resmi menjadi guru besar di bidang manajemen pendidikan yang ditetapkan dalam sidang senat terbuka pengukuhan guru besar, di Aula Rektorat ULM, Banjarmasin, Senin (14/10/2019).

ASLAMIYAH yang merupakan dosen FKIP ULM ini membawakan orasi ilmiah di hadapan civitas akademika ULM dengan judul “Pendidikan Unggul di Era Revolusi Industri 4.0,” Rektor ULM Prof Dr Sutarto Hadi bersyukur dengan bertambahnya guru besar di ULM, secara keseluruhan ada 49 guru besar di universitas tertua di Kalimantan ini.

Ia mengatakan dengan bertambahnya guru besar akan mendorong kemajuan di bidang akademik, penelitian, pengabdian masyarakat dan publikasi ilmiah. Sutarto menyebut ULM mengucurkan anggaran dana riset sebesar Rp 20 miliar tahun depan.

BACA : Miliki 48 Guru Besar, ULM Kukuhkan Lima Dosen Peraih Gelar Profesor

“Dana yang cukup besar kemudian program dosen wajib peneliti kita harapkan jumlah publikasi akan naik inovasi dihasilkan teman-teman baru diciptakan bisa mendorong pengembangan SDM,” jelas guru besar pendidikan matematika ini kepada awak media, Senin (14/9/2019).

Sementara itu, Aslamiyah mengatakan gelar guru besar yang diterimanya semakin memacu untuk lebih banyak lagi melakukan riset dan pengajaran di bidang pendidikan.

Ia menuturkan hanya membutuhkan waktu sekitar lima bulan untuk mempersiapkan pengukuhan guru besar. Dengan persiapannya terbilang singkat itu, tidak ada kendala berarti yang ditemui.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, termasuk kawan-kawan dari media yang telah banyak membantu saya, pengukuhan guru besar ini merupakan anugerah dari Allah,” kata Aslamiyah.

Sebagai pakar manajemen pendidikan, Aslamiyah menyebut kualitas pengajaran dan pendidikan di sekolah tergantung kepada kemampuan manajerial kepala sekolah. Baginya, di era revolusi industri 4.0 memudahkan kepala sekolah untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat. “Di era revolusi Industri 4.0, kepala sekolah harus memberdayakan semua sumber daya yang ada khususnya SDM yang ada,” jelas Aslamiyah.

BACA JUGA : Rosihan Adhani Raih Titel Profesor, ULM Tambah Guru Besar Lagi

Ia menyatakan kemampuan pelajar di Banua setara dengan pelajar yang ada di pulau Jawa. Karenanya, beber dia, kemampuan memotivasi dan kemampuan pengajaran mutlak diperlukan guru agar pelajaran mudah dipahami siswa.

“Kemauan dan komitmen untuk memajukan kualitas pendidikan, dan peningkatan mutu itu yang terpenting, agar kualitas pendidikan kita semakin baik,” tandas Aslamiyah.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.