Pertumbuhan Kendaraan Meningkat, Bisnis Kursus Mengemudi Jadi Incaran

MEMILIKI kendaraan pribadi seperti mobil tampaknya sudah menjadi keharusan bagi masyarakat yang mempunyai mobilitas tinggi terutama di kota-kota besar.

INI membuat pertumbuhan jumlah kendaraan kian tinggi. Dengan begitu, memiliki kemampuan untuk menyetir kendaraan pribadi pun menjadi sebuah kebutuhan. Kondisi ini ditangkap oleh sejumlah pelaku bisnis di Banua sebagai peluang usaha, dengan mendirikan kursus mengemudi.

Salah satu pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sasirangan di Jalan Belitung Darat GG BKIA, Banjarmasin, Ferdy mengatakan bisnis jasa ini kedepannya tidak akan mati, karena setiap generasi akan berganti.

“Peluang usaha kursus mengemudi mobil masih menjanjikan karena semakin banyak orang yang mampu membeli mobil, apalagi didukung dengan Dp kredit yang terjangkau dari perusahaan pembiayaan,” ungkapnya, Selasa, (8/9/2019)

Kendati demikian, pelaku usaha kursus mengemudi mobil harus gencar melakukan promosi agar bisa mendapat banyak peserta kursus. Sebab, jika pesertanya sedikit maka sulit untuk bisa berkembang.

“Kami menyediakan tipe mobil pilihan bagi peserta, yakni manual dan matic. Untuk harga manual cukup terjangkau dari Rp 500.000 sampai Rp 1.100.000 tergantung jumlah pertemuan,” jelasnya.

Adapun untuk jenis matic yakni mulai harga Rp 550.000 sampai 1.150.000. Untuk satu kali pertemuan berdurasi waktu 60 menit. “Selain gencar promosi, lokasi kantor kursus mobil juga harus strategis agar mudah dilihat dan diakses orang. Selain itu, kantor harus ditata dengan baik agar menarik,” tambahnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin kursus agar benar benar memilih LKP yang memiliki izin legalitas yang jelas. Ia juga berharap kepada Dinas pemerintah terkait dalam hal perizinan LKP mengemudi agar bisa menertibkan LKP yang tidak mempunyai izin atau sudah tidak berlaku lagi.

“LKP Sasirangan yang kami punya memiliki izin dari Dinas Pendidikan dan Depnaker, agar para peserta merasa terjamin dan nyaman dalam latihan kursus,” pungkasnya.(jejakrekam)