Warga Pinggiran Kota Banjarmasin Alami Krisis Air Bersih

KRISIS air bersih dialami warga pinggiran Kota Banjarmasin, dengan terhentinya operasional Intake Sungai Bilu akibat intrusi air laut ke Sungai Martapura. Hasilnya, warga pun harus begadang guna mendapatkan pasokan air olahan PDAM Bandarmasih beberapa hari belakangan ini.

AKTIVITAS warga begadang menunggu air mengalir dari jaringan pabrik air milik Pemkot Banjarmasin terlihat di Jalan Teluk Tiram Darat Gang 34 dan Palang Merah, Jalan Sutoyo S, Teluk Dalam hingga beberapa kawasan pelosok kota seperti di kawasan Alalak Tengah dan sekitarnya.

“Beberapa hari belakangan, bahkan sudah hampir satu pekan lebih air tak lancar mengalir dari PDAM Bandarmasih. Kalau pun ada, harus begadang hingga tengah malam dan dinihari,” ucap Noorainah, warga Teluk Tiram kepada jejakrekam.com, Sabtu (28/9/2019).

Ia mengeluhkan saat ini air di Sungai Barito tak bisa lagi dipakai, karena sudah terlalu asin. Bahkan, untuk air minum hingga memasak terpaksa harus menggunakan air PDAM.

BACA : Musim Kemarau, Pemakaian Air PDAM Bandarmasih Meningkat Tajam

“Untuk mencuci pakaian dan mandi pun, air yang sudah terlalu asin di Sungai Barito tak bisa lagi dipakai. Kami juga tak punya sumur bor, terpaksa satu-satu air ya dari PDAM,” kata Noorainah.

Begitupula, Muhammad Sayuti. Warga Teluk Tiram lainnya mengungkapkan harus berjaga sejak pukul 22.00 Wita hingga dinihari, berharap air mengalir di kran PDAM Bandarmasih.

“Sayangnya, air yang ada di kran itu tak lancar. Ya, tak sebesar air kencing. Makanya, harus begadang untuk mendapatkan air,” kata Sayuti, dengan wadah air bersih yang harus diisinya untuk berjaga-jaga.

BACA JUGA : Kadar Garam Naik 10 Kali Lipat, Intake Sungai Bilu Ditutup Total

Pemandangan serupa juga terlihat di kawasan Alalak Tengah. Warga pun menyerbu salah satu rumah yang airnya mengalir cukup deras dengan menggunakan mesin pompa. Air pun dibagi-bagikan kepada warga sekitar, yang mengaku tak lagi bisa menikmati air olahan PDAM Bandarmasih.

“Sama sekali tidak mengalir sampai ke rumah. Sementara, air di Sungai Alalak sudah tak bisa lagi digunakan, asinnya sudah terlalu, bahkan condong sudah terasa pahit,” ucap Tarmizi, warga Alalak Tengah.

BACA LAGI : Sebulan Lebih Tak Hujan, Warga Banjarmasin Gembira Walau Turun Sebentar

Menurut dia, fenomena tahunan ini terus dialami warga Banjarmasin khususnya di pelosok kampung yang berada di ujung pelayanan PDAM Bandarmasih. Jika pun ada suplai air dari mobil tangki PDAM, tak juga mencukupi, karena warga yang datang jauh lebih banyak.

“Satu-satunya ya kita berharap dengan satu rumah yang airnya masih mengalir. Mirisnya, disedot dengan pompa air juga tak lancar, bahkan tersendat-sendat. Sepatutnya, PDAM Bandarmasih itu mulai memikirkan cara lain agar suplai air bersih di musim kemarau dan air sungai yang asin lebih inovatif,” tutur Tarmizi.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS