Prediksi Ada 5 Paslon, Eks Wawali Banjarmasin : Jangan Pakai Politik Uang

MEKANISME pemilihan langsung kepala daerah sejak penerapan otonomi daerah, tercatat sudah tiga kali dihelat suksesi Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin. Terhitung sejak Pilwali Banjarmasin 2005, 2010 hingga terakhir 2015 silam.

PADA Pilwali Banjarmasin 2005, ada tiga pasangan calon yang berlaga yakni HA Yudhi Wahyuni-Alwi Sahlan diusung koalisi PAN-PKS sebagai pemenang. Mereka mengalahkan figur yang cukup tenar di Banjarmasin, yakni Sabrin Noor Herman-Amanul Yakin, duet pengacara dan birokrat, dan dua mantan pejabat lainnya, Edwar Nizar-Suripno Sumas.

Kontestan Pilwali Banjarmasin 2010 justru lebih dinamis, dengan enam pasangan calon (paslon). Ini setelah sang petahana, HA Yudhi Wahyuni tak lagi berduet dengan Ahli Sahlan, namun memilih kader Ketua DPD PKS Banjarmasin Haryanto diusung PAN, PKS dan Golkar dengan tagline Ayuha.

BACA : Dana Pilwali Banjarmasin Disuntik Rp 32,2 Miliar, Ini Rinciannya!

Namun, mereka harus mengakui keunggulan sang penantang, H Muhidin-Irwan Ansari yang didampuk  PBR, Partai Gerindra dan PKPB dalam perebutan suara rakyat pada 2 Juni 2010 dengan meraup suara terbesar mencapai 45,73 persen atau 123.058 suara.

Empat paslon lainnya, H Zulfadli Gazali-Abdul Gais, jago usungan Partai Demokrat, PKB dan PDI Perjuangan. Kemudian, Hj Immah Norda-Khairul Saleh diusung PPP, Partai Bulan Bintang (PBB) dan parpol non parlemen. Sisanya, dua kandidat jalur perseorangan, Anang Rosadi Adenansi-Khairudin Anwar, dan HM Sofwat Hadi-Murjani.

Pilwali Banjarmasin 2010 ini juga melahirkan gugatan yang diajukan duet HA Yudhi Wahyuni-Haryanto atas kemenangan Muhidin-Irwan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan dugaan politik uang. Namun, akhirnya dimentahkan hakim konstitusi dalam sidang panelnya.

BACA JUGA : Jadi Pemain Cadangan, Anang Rosadi Siap Berlaga di Pilwali Banjarmasin  

Tak ada calon incumbent, karena H Muhidin maju berlaga dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel pada 2015 lewat jalur independen bersama mantan anggota DPD RI, Gusti Farid Hasan, pertarungan pun kembali hanya diikuti tiga paslon.

Duet Ibnu Sina-Hermansyah yang diusung PKS, PDIP, PAN dan mayoritas parpol pendukung, berhadapan dengan duet mantan Sekda Kota Banjarmasin Zulfadli Gazali-Zainuddin Djahri (2Z) yang juga Ketua DPC Partai Nasdem Banjarmasin. Hanya satu calon dari jalur independen, yakni Rojiansyah-Budiono, usai duet Anang Rosadi Adenansi-Rakhmat Nopliardy gagal di proses pendaftaran bakal calon di KPU Banjarmasin.

Ibnu Sina-Hermansyah dengan mengusung tagline Banjarmasin Baiman ini pun ditetapkan KPU sebagai jawara, meski tim  2Z menolak hasil Pilkada 2010 di ibukota Kalsel. Ibnu-Hermansyah meraup 147.742 suara, berbanding jauh dengan suara 2Z hanya 89.337 suara. Di juru kunci, Rojiansyah-Budiono dengan 28.966 suara dari hasil pemungutan suara 9 Desember 2015.

BACA JUGA : Ingin Pecahkan Mitos, Demi Dua Periode, Walikota Ibnu Sina Akui Dekati Gerindra

Mantan Wakil Walikota (Wawali) Banjarmasin Alwi Sahlan pun berharap jelang suksesi 2020 ini, para kandidat bisa meyadari pentingnya untuk tidak melakoni politik uang yang akan merusak tatanan demokrasi.

“Ya, kabar burung dalam Pemilu Legislatif 2019 lalu, politik uang sangat merajalela, kita berharap dalam pemilihan kursi eksekutif ini tidak lagi diwarnai hal semacam itu. Ini menjadi keprihatinan bersama, karena terpenting itu adalah para calon, karena masyarakat tentu tak akan terpancing,” ucap Alwi Sahlan kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Sabtu (28/9/2019).

Menurut dia, jika para kandidat walikota benar-benar ingin berbuat baik kepada Banjarmasin, maka harusnya menahan diri dan memperbaiki langkahnya agar tak melakoni politik uang.

“Kalau niatnya baik, tentu harus diawali dengan langkah yang baik sebagai calon pemimpin,” kata mantan Ketua DPW Partai Keadilan dan Wakil Ketua DPRD Kalsel ini.

BACA LAGI : Hermansyah Akui Kans Ibnu Sina Berduet dengan Muhaimin Terbuka

Sementara itu, Ketua KPU Kota Banjarmasin Gusti Makmur juga memprediksi dari awal untuk suksesi 2020 mendatang bisa diikuti lima pasangan calon (paslon).

“Ini berdasar kalkulasi dukungan parpol yang memiliki kursi di DPRD Banjarmasin. Ya, setidaknya ada empat pasangan calon dari usungan parpol ditambah satu paslon dari jalur perseorangan. Bagi kami, semakin banyak calon, semakin demokratis karena varian pilihan masyarakat makin terbuka,” tuturnya.

BACA LAGI : Maju di Pilkada 2020, Kewajiban Mundur dari Dewan Masih Berlaku

Gusti Makmur tak memungkiri prediksi beberapa kalangan analis politik, jika ada dua kandidat petahana yakni Walikota Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah bakal maju berlaga, meski tak lagi bersama.

“Itu bisa saja terjadi. Yang pasti, kami menyiapkan dana untuk pilkada juga menghitung berapa calon yang akan bertarung di Pilwali Banjarmasin 2020,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi