ACT

Dari Bandarmasih, Transformasi Banjarmasin dari Peta-Peta Kuno Penulis Eropa

0 165

BANJARMASIN terus mentransformasi. Berawal dari sebuah dermaga yang ramai dengan perdagangan di era Kerajaan Negara Daha, pengganti Kerajaan Negara Dipa, berada di Muara Sungai Kuin dan Sungai Barito, sebagai jalur perniagaan tempo dulu.

SEJARAWAN UIN Antasari Banjarmasin, Humaidy Ibnu Sami mengungkapkan nama Banjarmasin sebenarnya terus mengalami transformasi atau perubahan dari waktu ke waktu, seiring zamannya.

“Menurut ahli kebanjaran, Banjarmasin itu berasal dari kata Bandar dan Masih. Bandar berarti dermaga perniagaan atau tempat transit komoditas dagang baik dari dalam maupun dari luar. Sedangkan, Masih diambil dari tokoh orang Melayu di bandar itu dikenal dengan sebutan Patih Masih,” ucap Humaidy kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Sabtu (28/9/2019).

BACA : Sejuta Memori dari Perangko Pertama di Banjarmasin

Dengan begitu, menurut dia, wilayah pesisir Kalimantan bagian selatan yang dulunya bernama Bandarmasih, lambat laut menjadi Banjarmasin. Hal ini diperkuat dengan penelusuran sejarawan FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Yuslian Noor yang meyakini terminologi Banjarmasin dipergunakan sejak sebelum abad ke-16.

“Istilah Mo-Ho- Sin, dalam berita I-Tsing abad ke-7, ditafsirkan oleh Junjiro Takasusu sebagai sebutan untuk Banjarmasin. Dalam berbagai peta kuno yang dibuat orang-orang Eropa, sebutan untuk wilayah Kalimantan bagian Selatan, Tenggara dan Tengah adalah Banjarmasin,” beber dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin ini.

BACA JUGA : Banjarmasin, Kota Sungai Dihantui Bayang Krisis Air Bersih ‘Abadi’

Peneliti senior LK3 Banjarmasin juga merujuk dalam Fig.74, peta yang dibuat  penulis Eropa seperti Willem Lodewijcksz tahun 1598 disebutnya sebagai Bandermacsin. Kemudian, dalam peta buatan Theodor de Bry tahun 1602, Fig. 102, dengan sebutan Bandermach. Berikutnya, Antonio Sanches membuat peta pada tahun 1641 dengan menyebut Bandermasyn dan peta rilisan Jan Jansson tahun 1657, menulis Banjermshin.

“Atas dasar itu, pakar sejarah Banjar dari FKIP ULM Prof Idwar Saleh meyakini berdirinay Banjarmasin itu pada 24 September 1526. Ini ditandai dengan peristiwa kemenangan Sultan Suriansyah sebagai raja pertama Kesultanan Banjar atas perang saudara dengan pamannya, Pangeran Tumanggung atau Temenggung dari Kerajaan Negara Daha,” tutur Humaidy.

BACA JUGA : Jadi Bandar, Umur Pasar Terapung Muara Kuin Setua Kesultanan Banjar

Kemenangan itu juga disimbolkan dengan penyerahaan regalia atau tampuk kekuasaan dan berakhirnya Kerajaan Negara Daha kepada Kerajaan Banjar berpusat di Bandarmasih, muara Kuin. “Hari kemenangan ini pun dirayakan Sultan Suriansyah sebagai raja yang menganut Islam sebagai agama resmi Kesultanan Banjar atau Banjarmasin. Nah, hipotesis ini yang dipegang sebagai hari kemenangan Sultan Suriansyah sebagai hari lahirnya Kota Banjarmasin,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.