Kurangi Resiko ISPA, ACT Ajarkan Cuci Hidung untuk Warga Sampit

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 September 2019 mendatang. Hal ini menjadi perhatian ACT untuk ikut berkontribusi menangangi dampak yang ditimbulkan. Langkah konkrit dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kota Sampit, Kalimantan Tengah.

GUNA mengurangi risiko buruk kesehatan karena kabut asap, ACT dengan relawan medisnya meyelenggarakan acara sosialisasi cuci hidung massal. Aksi yang diikuti 100-an warga Sampit  ini berlangsung di stadion 29 November Kota Sampit, Ahad (22/9/2019).

“Aksi ini adalah bentuk kontribusi kecil untuk masyarakat Sampit. Semoga elemen lain terinspirasi juga melakukan hal yang lebih besar agar tahun depan tak ada lagi warga yang menjadi korban asap,” Koordinator Aksi Darurat Asap ACT wilayah Sampit Lukman Solehudin. Gerakan cuci hidung massal, lanjut Lukman, adalah aksi kesekian dalam penanggulangan bencana asap. Sebelumnya, ada pembagian masker N95, pemeriksaan kesehatan, dan pemadaman api.

BACA: Darurat Asap, ACT Dirikan Posko Kemanusiaan di Kota Sampit

“Aksi ini mengajak warga korban asap untuk memperhatikan kesehatan hidung yang menjadi pintu masuknya udara. Kebersihannya perlu dijaga agar warga terhindar dari ISPA, karena menghirup asap dalam waktu yang sangat lama dan nyaris tanpa jeda,” tutur Lukman.

Bagi awam, aksi mencuci hidung mungkin agak terdengar aneh dibanding aksi mencuci tangan, kaki dan wajah. Menurut Relawan medis ACT Dokter Dwi Rizki Amalia, dalam kondisi warga terpapar udara yang sangat tidak sehat, aktivitas mencuci hidung sangatlah bermanfaat. “Mencuci hidung dapat membersihkan, menyegarkan, dan mencegah terjadinya infeksi saluran pernapasan,” tutur Dokter yang kerap disapa Dwi itu.

Lebih lanjut Dokter Dwi menjelaskan, cara mencuci hidung sangat mudah yaitu menggunakan larutan NaCl 0,9 persen yang bisa diperoleh di apotek, dengan menyemprotkannya melalui lubang hidung secara bergantian dengan spluit. “Bisa juga menggunakan larutan 200cc air mineral yang dicampur dengan setengah sendok teh garam,” terangnya. Acara yang dimulai sejak pukul 7.30 WIB itu dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan distribusi masker.(jejakrekam)

Penulis Retno Sulestiyani
Editor Fahriza