Manfaatkan Sampah, SMAN 8 Banjarmasin Jawara Night Carnival 2019

LAIKNYA Jember Fashion Carnival, Banjarmasin punya even semacam itu. Bedanya, kali ini, Pemkot Banjarmasin mensyaratkan setiap peserta pawai pakaian atraktif dari bahan daur ulang, kerapian, keunikan dan keserasian dan komposisi budaya.

PERAGAAN busana antik ini dihelat di Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Sabtu (21/9/2019) malam. Ada 34 peserta memeriahkan Night Carnival Banjarmasin yang memperebutkan hadiah uang Rp 10 juta.

Keunikan yang tersendiri yang dimiliki perwakilan SMAN 8 Banjarmasin, ternyata menarik para tim juri. Alhasil, SMA yang berada di kawasan Alalak Tengah, Banjarmasin Utara ini keluar sebagai juara.

BACA : Jadi Kalender Nasional, Sudah Lebih 30 Tahun Pasar Wadai Ramadhan Banjarmasin Dihelat

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ikhsan Elhaque mengungkapkan perehlatan Banjarmasin Night Carnival merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-493.

“Tahun ini pesertanya jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, dua kali lipat darip peserta tahuun lalu. Semoga tahun depan, peserta lebih banyak dan makin meriah,” ucap Ikhsan.

Ia menambahkan Banjarmsin Night Carnival 2019 merupakan even ketiga dengan peserta tak hanya dari ibukota Provinsi Kalsel, tapi juga dari provinsi tetangga, Kalimantan Tengah. “Untuk di Kalimantan, Banjarmasin menjadi barometernya. Peserta kebanyakan dari kelompok siswa SMP, SMA, mahasiswa, organisasi dan komunitas lainnya,” kata Ikhsan.

BACA JUGA : Menpar Arief Yahya : Pasar Terapung Masuk Kalender Even Nasional

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengaku salut dengan kreativitas peserta yang mengangkat budaya sungai serta aksi melawan sampah dengan memanfaatkan barang bekas daur ulang sebagai tampilan dari peragaan busana unik itu.

“Acara ini merupakan 16 even Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-493. Semoga kegiatan ini, bisa menembus level kalender nasional maupun internasional. Apalagi, banyak peserta yang memanfaatkan barang bekas atau limbah dengan kreativitas tinggi,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS