Bianglala Kehidupan Masyarakat Banjar di Tembok Perpustakaan Tendean

SENI lukis mural bisa mengandung pesan moral mendalam. Tak bisa dikatakan sebagai seni sembarangan. Dinding beton layaknya kanvas, bisa dilukis indah dengan makna yang ingin divisualisasikan sang pelukis.

TEMBOK Kantor Perpustakaan Provinsi Kalimantan Selatan di Jalan Piere Tendean, Banjarmasin pun kini penuh warna-warni dan bianglala kehidupan masyarakat Banjar.

Lukisan tiga dimensi pun ditampil sang pelukis Aswin Noor dan kawan-kawan. Budaya sungai dengan kultur atau kebiasaan masyarakat, fauna dan flora pun digores Aswin Noor dengan kuas dan warna natural dari cat tembok.

Ada buaya yang tengah menganga, ikan toman sang pemasangsa air tawar yang banyak dijumpai di sungai dan danau, hingga rawa di Kalimantan Selatan. Lakon warga Banua yang menyadap karet, memilah dan memilih beras dan antah dengan alat gumbaan, hingga para pencari air aren menjadi gula merah yang masih lestari di wilayah Banua Anam, telah menginspirasi Aswin Noor.

 

BACA : Digarap Dua Bulan, Jembatan Pangeran Disentuh Lukisan Mural Sasirangan

Pelukis kawakan yang sudah malang melintang di seni lukis menuangkan idenya di tembok Kantor Perpustakaan Piere Tenden menjadi penuh kesan. Ada dua wanita tengah mencari ikan dan udang kecil dengan tangguknya dan dua anak kecil bermain ketapel dengan berburu buah yang matang, benar-benar natural dan membumi. Di sudut lain, ada seorang pria tengah membawa alat penangkap ikan di sebuah sungai kecil di atas jukung, demi mengais rezeki dari alam.

“Saya kira mungkin sebuah tanggungjawab moral seorang seniman adalah berupaya membantu dalam pelestarian budaya. Setidaknya lewat mural ini, seniman bisa mengingatkan bahwa kita mempunyai budaya-budaya khas yang masih bertahan, langka maupun yang sudah mulai punah,” ucap Aswin Noor kepada jejakrekam.com, Jumat (20/9/2019).

Menurut Aswin Noor, ada dua lokasi dalam karyanya melukis di tembok. Satunya di Perpustakaan Km 6 atau Pal Anam yang lebih mengangkat seni dan upacara masyarakat Banjar. “Sedangkan di Perpustakaan Tendean lebih pada mengangkat mata pencarian dan aktivitas sehari-hari Urang Banjar,” ucap pelukis kelahiran Barabai ini.

BACA JUGA : Ekspresikan Pesan Visual di Tembok KPU Kalsel, Inilah Juara Lomba Mural

Sesuai lokasi untuk menimba dan menggali ilmu, Aswin Noor berharap lukisan mural di Perpustakaan Piere Tendean dan Pal Anam yang juga menampilkan permainan anak-anak langka di Tanah Banjar, bisa mengingatkan kembali begitu kayanya khazanah budaya yang ada.

 

Aswin Noor sendiri merupakan salah satu pelukis yang beraliran natural dengan panorama alam dan kehidupan budaya khas lokal dalam karya kuasnya. Tak mengherankan, jika lukisan pelukis berkumis ini pun mendapat respon positif.

BACA JUGA : Pesan Graffiti di Taman Sari, Sepatutnya Aksi Bomber Diberi Tempat Khusus

“Dengan adanya lukisan mural ini, tentu suasana Perpustakaan Pal Anam dan Perpustakaan Piere Tendean menjadi lebih hidup. Tentu tak lagi menjadi wadah sepi, tapi bisa mengggambarkan betapa arifnya masyarakat Banjar dengan alamnya,” komentar Arief, salah satu pengunjung Perpustakaan Piere Tendean.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi GS