Ketua GP Ansor Batola : Jangan Prematur dalam Menilai Film The Santri

TUDINGAN tak sedap terhadap Film The Santri karya Livi Zheng dan kolaborasi NU Chanel, membuat Ketua GP Ansor Kabupaten Barito Kuala, Anwar Hadimi angkat bicara.
MENURUTNYA, masyarakat jangan terlalu prematur menuding film The Santri propoganda liberal dan tidak mencerminkan kehidupan tentang santri secara utuh.
“Seharusnya masyarakat tidak terburu-buru menghakimi Film The Santri hanya dengan melihat trailernya saja. Tunggu dan tonton pada 22 Oktober nanti. Baru dilihat apakah ada pertentangan atau tidak,” ujar Anwar.

 

Ia heran dengan tuduhan macam-macam tentang Film The Santri, padahal tokoh PBNU seperti KH Aqil Siraj dan Imam Pituduh berada dibelakang layar bersama sineas Livi Zheng. “Spirit filmnya itu menunjukkan semangat Indonesia dengan kebinekaannya, sangat ramah, damai, dan toleran, lalu dimana letak kesalahannya,” tanya Kasi Pontren Kemenag Batola ini.

BACA JUGA : BNPT dan FKPT Kalsel Selenggarakan Diskusi Film

Anwar menyebut, Ketua PBNU KH Aqil Siraj sudah mempertimbangkan dengan matang scene plot dan jalan cerita film ini agar diterima masyarakat secara luas tanpa menanggalkan identitas kesantrian.

“Islam yang kami ingin tunjukkan adalah Islam yang ramah, bukan marah-marah, merangkul, bukan memukul, toleran, mengajak, bukan mengejek. Nah inilah yang mungkin ingin ditonjolkan dalam film The Santri,” urai Anwar.(jejakrekam)
Penulis Ahmad Husaini
Editor Fahriza