Teka-Teki Sosok ‘Sang Jagal’ asal Gayaba Limpasu yang Menggemparkan

INSIDEN pembunuhan sadis yang dilakoni Ahmad, warga Kampung Gayaba Desa Limpasu, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dengan tega menghabisi tetangganya, Rosdiana Ramadhan (10 tahun), benar-benar menyita perhatian publik di Kalimantan Selatan.

SANG jagal ini pun diduga mengidap gangguan jiwa. Bahkan, beberapa warga menyebut pelaku juga pernah melakoni aksi pembunuhan pada lima tahun yang lalu. Dalam peristiwa yang menggemparkan itu, korban pun secara sadis dipenggal kepalanya dengan parang, Selasa (17/9/2019).

Korban dibiarkan tergeletak berlumuran darah dengan kondisi mengenaskan di depan beranda rumah. Kejadian ini baru diketahui, ketika ada teriakan dari warga dengan ditemukan jasad korban. Ini karena suasana kampung tengah lengang karena pada siang itu, warga kebanyakan beraktivitas di ladang.

BACA : Sadis, Pemuda Diduga Gila Bantai Seorang Gadis Belia Limpasu HST

Kegeraman warga pun tampak terlihat saat meringkus sang jagal, yang sempat lari ke belakang rumah. Dikepung warga, akhirnya Ahmad berhasil ditangkap. Sang pelaku ini pun lagnsung diikat kuat dengan tali. Dari video yang beredar, tampak wajah pelaku kena bogem, akibat warga yang tersulut emosinya mengutuk perbuatan ‘biadab’ sang pelaku yang tega menghabisi nyawa anak kecil yang merupakan tetangga dan masih tersambung garis kekeluargaan itu.

Pelaku dengan terikat kuat di atas gerobak, langsung dibawa warga menuju ke Mapolsek Limpasu untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya segera ditangani pihak kepolisian.

Kasus ini pun langsung diambil alih Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres HST dan Polsek Limpasu. Bahkan, pihak kepolisian kabarnya juga melibatkan tim dokter dari RSJD  Sambang Lihum guna memeriksa kondisi kejiwaan sang jagal.

BACA JUGA : Peragakan 75 Adegan, Syafrudin ‘Sang Jagal’ Mengaku Selalu ‘Dihantui’ Korban

Direktur Utama RSJD Sambang Lihum IG Dharma Putra mengungkapkan saat ini identitas sang pelaku pembunuhan sadis, Ahmad masih dilacak kebenarannya, apakah benar bekas pasien di rumah sakit khusus jiwa ini.

“Kami sudah cek, untuk laporan sementara ternyata yang bersangkutan tidak pernah dirawat di RSJD Sambang Lihum. Saya tadi sudah perintahkan staf saya untuk mengecak daftar nama pasien dengan nama Ahmad asal Desa Limpasu itu, ternyata belum pernah terdata,” ucap mantan Sekdakab HST ini kepada jejakrekam.com, Selasa (17/9/2019) malam.

Namun, Dharma memastikan akan melakukan pengecekan ulang, karena foto sang pelaku yang didapat tidak terlalu jelas, sehingga tak mudah dikenali. “Nanti, kalau kami sudah dapat foto yang jelas, bisa dicek lagi datanya. Apakah benar yang bersangkutan itu merupakan bekas pasien di RSJD Sambang Lihum,” tegas dokter spesialis jiwa ini.

BACA LAGI : Kepala Korban Dibuang di Bawah Jembatan Barito, Sang Jagal Terancam Pidana Mati

Berbeda dengan keterangan pihak Polres HST. Melalui Ps Paur Subbag Humas Polres HST Bripka M Husaini mengungkapkan dari informasi yang didapat di lapangan, pelaku memang pernah dirawat di RSJD Sambang Lihum, karena diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Yang bersangkutan berdasar informasi sementara, pernah menjalani terapi kejiwaan di RSJD Sambang Lihum setahun yang lalu,” beber Husaini.

Ia mengungkapkan pihaknya akan segera memeriksakan sang pelaku ke RSJD Sambang Lihum guna menentukan langkah selanjutnya yang diambil pihak kepolisian.

“Saat ini, pelaku masih dalam proses pemeriksaan ditangani tim penyidik Satreskrim Polres HST. Selanjutnya, kami akan kirim yang bersangkutan ke RSJD Sambang Lihum,” imbuh Husaini.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS