DPRD Kalsel Dorong Tiga Pemda Realisasikan Jembatan Pulau Laut

KESEPAKATAN untuk membangun Jembatan Pulau Laut yang akan menghubungkan daratan Kalimantan dengan Kotabaru sudah dicapai Pemprov Kalsel, Pemkab Kotabaru dan Pemkab Tanah Bumbu. Kini tinggal menunggu janji kucuran dana dari PT Silo Group.

SILO Group merupakan pemegang konsesi wilayah tambang di Pulau Laut, Kotabaru. Jembatan Pulau Laut dengan bentang 5,8 kilometer ini telah lama berdiri tiang pancang di kawasan Tanjung Serdang (Kotabaru) dan Batulicin, Tanah Bumbu. Biaya pembangunan Jembatan Pulau Laut pun diprediksi akan menelan dana mencapai Rp 3,5 triliun.

Anggota DPRD Kalsel asal dapil Tanah Bumbu-Kotabaru, M Yani Helmi memastikan akan terus mendorong segera terealisasi pembangunan Jembatan Pulau Laut yang sempat mangkrak itu.

BACA : Tunggu Kajian PUPR, Megaproyek Jembatan Pulau Laut Mangkrak

“Dampak ekonomisnya jelas tinggi dengan terhubungnya daratan Kalimantan dengan Pulau Kotabaru. Selama ini, akses dari dan ke Kotabaru sangat terbatas hanya dengan kapal ferry, tentu ongkos ekonominya lebih besar,” tutur M Yani Helmi kepada awak media di Banjarmasin, Senin (16/8/2019).

Tak mengherankan, menurut dia, jika biaya hidup di Kotabaru rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya di Kalsel. “Memang butuh dana yang tak sedikit untuk membangun Jembatan Pulau Laut. Namun, dari sisi keuntungan jangka panjangnya jauh lebih menjanjikan,” ucap legislator Partai Golkar ini.

BACA JUGA : Komisi Keselamatan Jembatan Panjang Masih Lakukan Kajian Desain Jembatan Pulau Laut

Peluang ekspansi ekonomi pun akan lebih terbuka dengan terhubungnya Pulau Kotabaru yang sempat digarap pada 2016 silam. Menurut Yani, DPRD Kalsel akan terus mendorong agar kelanjutan dana sharing tiga pemerintah daerah ditambah suntikan dana dari Silo Group bisa segera mewujudkan jembatan bentang panjang di atas laut itu.

“Kami juga mendorong agar komunikasi intensif dan aktif Pemprov Kalsel kepada pemerintah pusat agar bisa segera menuntaskan kendala yang ada,” ucapnya.(jejakrekam)

 

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi