Banjarmasin Tuan Rumah City Sanitation Summit

PEMKOT Banjarmasin kini menjadi tuan rumah pada pertemuan City Sanitation Summit (CSS) XIX. Agenda tahunan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) ini membahas isu-isu lingkungan hidup dengan menghadirkan seluruh kepala daerah kabupaten/kota.

MENGUSUNG tema Kepemimpinan Kuat Sebagai Kunci Sukses Dalam Keberlangsungan Layanan Menuju Akses Aman Sanitasi ini dihelat di Siring Nol Kilometer, Jalan Jenderal Sudirman, pada 23 hingga 25 September 2019.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menegaskan, forum CSS akan mengupas tuntas terkait masalah apa saja yang saat ini dihadapi dalam mengatasi persoalan sanitasi, sekaligus berbagi pengalaman antar daerah lain yang memiliki kemampuan untuk bisa ditularkan.

“Tentunya isu sanitasi menjadi penting bagi perkotaan maupun kabupaten karena permasalah sanitasi tidak berdiri sendiri. Tapi juga harus diiringi dengan pembenahan infrastrukturnya,” ucap Ibnu saat konferensi pers terkait persiapan CSS XIX di Rumah Anno 1925, Selasa (11/9/2019).

Baginya, persoalan sanitasi jangan pernah dipandang remeh. Sebab baik tidaknya pengelolaan sanitasi bisa menjadi barometer maju tidaknya suatu daerah itu sendiri. “Ukuran majunya sebuah kota itu bisa diukur dari sejauh mana peduli dengan sanitasi,” jelas Ibnu.

BACA : Naik Klotok Susur Sungai Martapura, Dubes Denmark Sorot Masalah Sanitasi

Sementara itu, Direktur Eksekutif Sekretaris Nasional AKKOPSI, Capt H Joshrizal Zain mengaku Banjarmasin layak sebagai tuan rumah. Ini mengingat, ibukota Kalsel ini dalam pengelolaan PDAM dinilai cukup baik.

Dimana, hingga saat ini PDAM Bandarmasih sudah melayani hampir 100 persen seluruh warga kota. “Banjarmasin selalu jadi percontohan. Dari pengelolaan air minum salah satu terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, perlu untuk diketahui, dalam CSS XIX juga akan diadakan penyerahan beberapa penghargaan kepada daerah-daerah yang sukses dalam pengelolaan sanitasinya. Dan beberapa hiburan yang akan dipersembahkan tidak hanya dari Banjarmasin, tapi juga dari luar Kalsel.

“Sebab, pelanggan PDAM di Banjarmasin mencapai 99 persen. Artinya tinggal 1 persen yang belum dilayani. Ini prestasi terbaik,” katanya.

Ditambahkannya, Banjarmasin merupakan salah satu kota pinggiran sungai yang bisa mengelola sampah dan limbah hingga menjadi percontohan.

Untuk itu, dalam pertemuan CSS ini diharapkannya menjadi salah satu ajang walikota dan bupati berkumpul untuk bertukar informasi dan pengalaman agar bisa ditularkan ke daerah lainnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Andi Oktaviani