ACT

Sore dan Malam Hari, Banjarmasin Mulai Diselimuti Kabut Asap

104

KABUT asap mulai menyelimuti Kota Banjarmasin sejak sore hingga malam hari. Walau belum terlalu pekat, kabut asap ini cukup mengganggu aktivitas warga ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.

DARI papan indeks standar pencemar udara (ISPU) yang berada di Jalan Lambung Mangkurat, kawasan Hutan Kota Korem 101/Antasari, tampak terlihat kondisi udara Banjarmasin masuk sedang. Dari lima indikator yakni karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), Ozon permukaan (O3), dan partikel debu (PM), tampak terlihat berbeda.

Indikator partikel debu (PM) mulai meningkat di atas angka 50, dari papan ISPU yang dipasang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, sekira pukul 18.00 Wita. Sedangkan, indikator lainnya masih dalam keadaan baik.

BACA : Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Di Bandara Syamsudin Noor

Kabut asap juga ditopang cuaca yang sedikit mendung, bukan karena gumpalan awan, namun mentari tampak tertutup selimut kabut. Diduga kabut asap ini kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan.

Kiriman kabut asap ini belum memperpendek jarak pandang. Namun, bau asap sangat terasa saat udara dihirup.

“Dengan adanya kabut asap akibat  kebakaran hutan dan lahan, jelas mengganggu jarak pandang dan saat bernapas. Kami berharap instansi terkait segera menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah,” ucap Ardi, warga Barito Kuala saat melintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman kepada jejakrekam.com, Rabu (11/9/2019).

BACA JUGA : Karhutla Berkepanjangan, MUI-Kemenag Kalsel Serukan Shalat Hajat

Senada itu, Madona, warga Kayutangi mengungkapkan dampak akibat kabut asap, memang tidak mengganggu jarak pandang, namun membuat mata menjadi perih.

“Saat saya sedang melintas di Jalan Brigjen Hasan Basry, melihat kabut asap sudah menyelimuti ruas jalan dan jarak pandang tidak terganggu. Namun mata agak pedih serta udara tidak enak dihirup,” ucap Madona, saat melintas di Jalan Sutoyo S Banjarmasin.

Ia berharap kejadian serupa terjadi pada 2015 di Kalimantan Tengah, hingga asapnya juga menyerbu Banjarmasin, tidak terulang lagi. “Ketika itu, cuaca Banjarmasin juga penuh asap, hingga tak terlihat pemandangan kota. Bahkan, sungai juga diselimuti asap dan langit juga menguning,” ucap Madona.

BACA LAGI : 1-10 September 2019 Diprediksi Tanpa Hujan, Satgas Karhutla Tingkatkan Kewaspadaan

Perempuan berjilbab ini mengakui kiriman kabut asap ini diduga berasal dari sekitar Banjarmasin, seperti dari Barito Kuala (Batola), Banjarbaru dan Tanah Laut yang mengalami kebakaran hebat. “Ini belum lagi, kebakaran yang melanda Banjarmasin juga sangat tinggi intensitasnya. Tentu saja, kabut asap ini terkumpul dan menyebar,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.