ACT

Solusi Karhutla, Kodim 1003/Kandangan Gelar Inovasi Teknologi Modifikasi Handtractor Rotary

73

SALAH satu tugas pokok satuan komando kewilayah adalah membantu pemerintah daerah serta untuk mengimplementasikan kegiatan nyata dalam salah satu pasal dalam 8 wajib TNI, yang berbunyi mempelopori usaha usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya, serta dalam rangka mewujudkan masyarakat Hulu Sungai Selatan yang sehat jasmani dan Rohani, serta ikut berperan serta dalam mendukung visi dan misi Bupati Hulu Sungai Selatan, dan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan,
Kodim 1003/Kandangan bekerjasama dengan BPBD dan Dinas Pertanian mengadakan kegiatan inovasi teknologi tepat guna mencegah masyarakat membakar lahan berupa pelatihan modifikasi alat mesin pertanian jenis handtractor rotary dengan merk quick, yang dilaksanakan di Desa Tinggiran, Kandangan.

KEGIATAN ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dilaksanakan, sebelumnya kegiatan serupa pernah dilaksanakan di Kecamatan Telaga Langsat dan di Kecamatan Kalumpang.

Dalam kegiatan inovasi teknologi ini, disamping di berikan materi modifikasi alsintan handtractor rotary, juga langsung melaksanakan praktek Penggunaan alatnya di area lahan vegetasi ringan

Saat praktek lapangan dihadiri Staf Ahli BNPB Pusat Mayjen TNI (Purn) Amrin dan Marsda (Purn) Bonar yang mencoba handtractor rotary untuk meminimalisir pembakaran lahan persawahan.

Handtractor rotary berfungsi untuk memudahkan dalam membersihkan jerami dan rerumputan yang ada di lahan persawahan, sehingga para petani tidak perlu membakar lahan sawahnya lagi untuk membersihkan sawahnya dan menjadikan sisa-sisa
jerami dan rumput tertimbun tanah sehingga dapat menjadi pupuk organik.

Staf Ahli BNPB Mayjen TNI (Purn) Amrin mengatakan, dengan adanya inovasi modifikasi alat ini merupakan salah satu terobosan kreatif untuk solusi dan cara cerdas bagi para petani untuk membersihkan lahannya.

“Sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan serta untuk mengurangi biaya produksi sehingga penghasilan petani bisa meningkat dan secara tidak langsung kesejahteraan petani dan masyarakat bisa lebih baik ke depannya,” katanya.

Dandim 1003/Kandangan Letkol Inf Suhardi Aji Sriwijayanto menyampaikan bahwa olah lahan khususnya di daerah persawahan jangan dibakar karena tanah bekas bakaran bisa menjadi keras karena kekurangan unsur hara.

“Dengan kata lain, kalau dibakar banyak unsur mikro organisme tanah yang akan mati sehingga tanah menjadi keras. Di samping itu, bekas bakaran jerami tadi hanya akan menghasilkan kandungan silika dan kalium,” katanya.

Dengan inovasi ini diharapkan para petani dapat menghemat waktu, hemat biaya, dan hemat tenaga sehingga dapat meningkatkan hasil produksi. Di samping itu, petani tidak perlu repot mengangkat bekas jerami dari lahan karena dengan alsintan yang modifikasi ini, jerami akan langsung hancur dan tercampur dengan tanah sehingga dengan sendirinya setelah itu tinggal dilakukan pelapukan atau pembusukan.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.